Seniman Jawa Barat Merembugkan Cara Memajukan Kesenian Daerah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar memberi sambutan dalam acara Diskusi Kesenian se Jawa Barat di Depok, 24 Mei 2017. Tempo/Mustafa Ismail

    Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar memberi sambutan dalam acara Diskusi Kesenian se Jawa Barat di Depok, 24 Mei 2017. Tempo/Mustafa Ismail

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Kesenian Depok menggagas sebuah acara yang diberi tajuk: Diskusi Kesenian Se-Jawa Barat, di Depok, Rabu, 24/5. Dari rilis yang diterima Tempo, disebutkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah mencari solusi pengembangan kesenian di wilayah Jawa Barat.

    Baca: 300 Seni Tradisional Jawa Barat Terancam Punah

    Tujuan lainnya adalah membangun sinergi antara seniman dengan pemerintah sebagai pemegang kebijakan. Untuk itu, panitia menggelar diskusi dalam dua sesi.

    Sesi pertama membicarakan Sosialiasi UU Kebudayaan, dengan pembicara H. Nuroji (anggota Komisi X DPR RI), Maman S Mahayana (pengajar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia), dengan moderator Sihar Ramses Simatupang.

    Tujuan diskusi adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai UU Kebudayaan. “Saya punya tugas untuk membantu pemerintah. Pengesahannya tinggal diundangkan ke presiden dan lembaran negara,” kata Nuroji.

    Pada sesi kedua yang mengangkat tema “Strategi Memajukan Kesenian di Jawa Barat”, maju sebagai  pembicara adalah Doddi A. Fauji (Bandung), Jeffrey Sumampouw dan Mustafa Ismail (Dewan Kesenian Depok).

    Hadir dalam acara yang dibuka Wakil Gubernur Deddy Mizwar ini adalah pegiat kesenian dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Mereka, antara lain, datang  dari Sukabumi, Sumedang, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cianjur, Purwakarta, Cirebon, Indramayu, Bogor dan Bekasi dan Depok sebagai tuan rumah,

    Acara juga disemarakkan dengan pergelaran kesenian, seperti pementasan wayang Sukuraga, tari topeng (Sanggar Kinang Putra), Gambang Kromong dan Palang Pintu (Betawi), dan pembacaan puisi dari para penyair .

    Tulus Wijanarko

    .


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.