Bekraf Usung Seniman Tintin Wulia Pameran di La Biennale Venezia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, memberikan sambutan dalam Acara

    Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, memberikan sambutan dalam Acara "Gala Dinner Bekraf dan Insan Media" di Senayan, Jakarta Selatan, 31 Oktober 2016. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan mengirimkan salah satu karya terbaik putra bangsa dalam pameran seni kontemporer tertua di dunia, La Biennale di Venezia, Italia atau Venice Art Biennale ke-57. Pameran tersebut akan berlangsung pada 13 Mei hingga 26 November 2017 di Venesia, Italia.

    Paviliun Indonesia akan menampilkan proyek tunggal Tintin Wulia bertajuk 1001 Martian Homes.  “Dukungan Bekraf ini ingin menampilkan wajah Indonesia lebih kontemporer,” ujar Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik seperti yang dilansir dalam situs resmi Bekraf.

    Indonesia akan menempati paviliun seluas 70 meter persegi di venue Arsenale. Selain itu karya Tintin akan berada di dua lokasi yang saling berinteraksi, yaitu Venesia dan Jakarta, sekaligus menjadi karya pertama dalam sejarah Venice Art Biennale yang menghubungkan dua negara.

    Para pengunjung di kedua lokasi dapat berinteraksi dengan obyek seni, layar dan kamera yang saling terhubung secara digital. Dengan kehadiran tiga pasang karya di dua tempat sekaligus, keikutsertaan Indonesia di La Biennale di Venezia dapat dinikmati publik tanah air secara luas.

    Tintin Wulia merupakan seniman Indonesia yang dikenal di berbagai pameran internasional dengan karya-karya video dan instalasinya. Seniman kelahiran Bali ini akan mengusung 1001 Martian Homes yang berbicara tentang ruang dan waktu.

    “Diharapkan dapat mengangkat globalisasi yang mampu menunjukkan adanya kesamaan meskipun berasal dari masa yang berbeda,” ujar Tintin.

    Paviliun Indonesia terwujud berkat dukungan berbagai pihak di antaranya kurator, tim komisioner, direktur artistik, kurator dan seniman.  Tim komisioner terdiri dari Ricky Joseph Pesik (Ketua); Melani W. Setiawan (anggota); Amelia Wirjono (anggota); dan Diaz Parzada (anggota). Berikutnya Muhammad Enin Supriyanto (direktur artistik), Agung Hujatnika (kurator), dan Tintin Wulia (seniman).

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.