Ternyata Ini Penyebab Perceraian Zacky Mirza-Shinta Tanjung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Depok Nurmahmudi Ismail (kedua kanan) berserrta istri Nur Azizah Tamhid (kanan), mempromosikan beras analog disaksikan presenter Arie Untung (kiri) dan Ustad Zacky Mirza (kedua kiri) saat menghadiri pagelaran

    Walikota Depok Nurmahmudi Ismail (kedua kanan) berserrta istri Nur Azizah Tamhid (kanan), mempromosikan beras analog disaksikan presenter Arie Untung (kiri) dan Ustad Zacky Mirza (kedua kiri) saat menghadiri pagelaran "Kampoeng Ramadhan" di Masjid Baitul Kamal, Depok, Minggu (5/8) malam. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.COJakarta - Pada 28 Maret lalu, Ustad Zacky Mirza mengajukan permohonan talak cerai terhadap istrinya, Shinta Tanjung, ke Pengadilan Agama Depok, Jawa Barat. Sempat beredar kabar bahwa retaknya rumah tangga Zacky Mirza dan Shinta Tanjung dipicu oleh poligami sang ustad.

    Muslim Jaya Butarbutar, kuasa hukum Zacky Mirza, memberikan klarifikasi. "Tidak benar adanya isu poligami. Saya sampaikan itu karena waktu September 2015 di salah satu TV, istrinya sudah minta maaf bahwa tidak ada isu poligami. Dia juga sudah minta maaf kepada Ustad Zacky dan keluarganya," tutur Muslim melalui sambungan telepon, Rabu, 8 Juni 2016.

    Penyebab keretakan rumah tangga Zacky Mirza dan Shinta Tanjung, menurut Muslim, lebih karena masalah internal keluarga. Terjadi keributan terus-menerus sehingga Zacky Mirza akhirnya mendaftarkan permohonan cerai ke pengadilan. "Tidak ada isu orang ketiga di dalam proses perceraian yang diajukan Ustadz Zacky. Itu pure problem rumah tangga karena terjadi pertengkaran terus-menerus," kata Muslim.

    Zacky Mirza mempersunting Shinta Tanjung pada 8 November 2011. Dari hasil pernikahan mereka, lahir tiga anak. Saat menikah, baik Zacky Mirza maupun Shinta Tanjung sama-sama membawa satu anak dari pernikahan sebelumnya.

    TABLOIDBINTANG.COM



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.