Rams, Film Islandia, Raih Penghargaan di Festival Film Cannes

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model Joan Smalls berpose saat menghadiri pesta Grisogono dalam ajang Festival Film Cannes ke 68 di Paris, Peracis, 19 Mei 2015. REUTERS

    Model Joan Smalls berpose saat menghadiri pesta Grisogono dalam ajang Festival Film Cannes ke 68 di Paris, Peracis, 19 Mei 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Film Islandia tentang dua saudara peternak domba yang tidak saling bicara selama 40 tahun dan disatukan kembali oleh wabah penyakit yang mengancam ternak mereka memenangi penghargaan dalam kategori Un Certain Regard di Festival Film Cannes, Sabtu, 23 Mei 2015.

    Hrutar (Rams) karya sutradara Grimur Hakonarson dipilih karena menampilkan teknik pembuatan film dan tren dalam keragaman budaya dan negara-negara di seluruh dunia.

    Ketua dewan juri Isabella Rossellini mengatakan menyaksikan film itu "seperti melakukan penerbangan melewati planet dan melihat semua penghuninya dan emosi mereka".

    Hakonarson mengaku terkejut filmnya mendapatkan penghargaan itu, tapi dia sangat gembira.

    "Ada film-film yang sangat bagus dalam program ini dan sutradara-sutradara yang punya nama besar. Saya tidak menyangka ini. Saya sedang di surga," katanya.

    Film itu berlatar pedalaman Islandia bagian utara, di tengah para peternak domba yang terancam wabah mematikan yang menyerang domba dan mengharuskan seluruh kawanan domba mereka dimusnahkan.

    Sang sutradara mengatakan kisah film itu bisa dinikmati oleh siapa saja.

    "Saya kira ini cerita universal, ceita tentang konflik keluarga, bahkan meskipun ini film Islandia.Film ini juga menghibur, lucu," katanya seperti dilansir kantor berita Reuters.

    Adapun Kiyoshi Kurosawa dari Jepang mendapat penghargaan sebagai sutradara terbaik lewat film terkininya, Kishibe No Tabi (Perjalanan ke Pantai).

    Jury Prize diraih oleh sutradara Kroasia, Dalibor Matanic, lewat film Zvizdan,sementara penghargaan Un Certain Talent diberikan kepada Corneliu Porumboiu dari Rumania lewat film Comoara (Harta Karun).

    Penghargaan khusus juri untuk film perdana (Prix de L'avenir) diberikan kepada Nahid karya Ida Panahandeh dari Iran dan Masaan karya Neeraj Ghaywan dari India.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.