Teater Bertema Kematian Buka Festival Seni Prancis

Reporter

Editor

Raihul Fadjri

Salah satu adegan dalam pentas teater boneka berjudul Mwathirika oleh Papermoon Puppet Theatre di Institut Francaise Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/6). Cerita berlatar pada peristiwa penangkapan dan eksekusi tanpa pengadilan pasca 30 September 1965. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Yogyakarta - Printemps Francais, festival seni yang digelar setiap tahun oleh Institut Prancis di Indonesia (IFI),  digelar di 11 kota pada tahun ini. Printemps ke-11 juga bisa dinikmati oleh publik penikmat seni di Yogyakarta. Ada tujuh pementasan dan sejumlah seminar tentang seni dalam rangkaian acara festival ini di Yogyakarta sejak 15 Mei-10 Juni 2015.

Acara perdana Printemps Francais di Yogyakarta dibuka dengan pentas teater musikal bertema kematian karya sutradara Agung Kurniawan. Proyek peristiwa teater berjudul "Hanya Kematian Yang Setia Menunggu" itu akan dipentaskan di Auditorium IFI Yogyakarta pada Jumat malam, 15 Mei 2015.

Agung mengatakan teater ini menyimulasikan kematian dengan makna lain dari kebiasaan. Dia berniat menyajikan kisah mengenai kematian sebagai suatu fase kehidupan yang tidak selalu memicu kesedihan serta kehilangan. "Teater ini mengubah perspektif umum di banyak budaya tentang kematian," kata Agung di konferensi pers Printemps Francais Yogyakarta di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasumatri (PKKH) UGM, Rabu, 13 Mei 2015.

Dalam tradisi Jawa, Agung mencontohkan, peristiwa kematian selalu diikuti oleh beragam ritual khusus pelepasan. Pada masa lalu, kematian seseorang yang berpengaruh di istana bahkan sering disiapkan jauh hari dengan menyusun karya sastra untuk menyambut peristiwanya. "Di sejumlah budaya dan keyakinan agama, kematian selalu dianggap sesuatu hal yang sangat penting, sama dengan peristiwa kelahiran," kata dia.

Pementasan teater ini akan melibatkan pianis muda, Leilani "Frau" Hermiasih, sebagai penata musik. Puisi-puisi karya Gunawan Maryanto juga akan mengiringi pentas teater. "Kami juga akan mengadirkan teater dengan interaksi kuat antara pemain dan penonton," Agung menambahkan.

Menurut Direktur IFI Yogyakarta, Christine Moerman, model kolaborasi budaya Indonesia dan Prancis yang unik juga akan menjadi warna kuat di festival Printemps tahun ini. Salah satunya yang akan hadir di Yogyakarta, dia mengimbuhkan, ialah pentas "Guignol Recontre Les Punakawan."

Pentas paling buncit di rangkaian Printemps Francais di Yogyakarta itu mengolaborasikan teater boneka Guignol asal Prancis dengan Punakawan. Christine menjelaskan pementasan tersebut hasil residensi selama sepekan seorang musikus dan penulis teks surealis asal Prancis.

Penyajiannya, menurut dia, akan berbeda dari pakem klasik punakawan di pewayangan karena banyak muncul inovasi. Tapi, adegannya tetap dibungkus dengan komunikasi padat candaan.

ADDI MAWAHIBUN IDHOM






Ini Sederet Acara di 5 Kabupaten dan Kota di Yogyakarta Saat Malam Tahun Baru

31 hari lalu

Ini Sederet Acara di 5 Kabupaten dan Kota di Yogyakarta Saat Malam Tahun Baru

Berdasarkan catatan Polda DIY ada belasan acara akan digelar di malam tahun baru di 5 daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta.


Covid-19 Melonjak Drastis di Daerah Istimewa Yogyakarta, Hampir 1.000 Kasus Aktif

2 November 2022

Covid-19 Melonjak Drastis di Daerah Istimewa Yogyakarta, Hampir 1.000 Kasus Aktif

Temuan kasus baru Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta kembali naik menembus 100 kasus sehari persis memasuki bulan November 2022 ini.


Mataram Islam Bercikal dari Hutan Mentaok, Bagaimana DIY Galakkan Tanaman Langka Itu?

6 Juli 2022

Mataram Islam Bercikal dari Hutan Mentaok, Bagaimana DIY Galakkan Tanaman Langka Itu?

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belakangan mulai menggalakkan penanaman kembali tanaman mentaok,


Penuhi Persyaratan Penetapan Gubernur, Sultan HB X Jalani Pemeriksaan Kesehatan

1 Juli 2022

Penuhi Persyaratan Penetapan Gubernur, Sultan HB X Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Gubernur dan Wakil Gubernur DI Yogyakarta Sultan HB X dan Paku Alam X menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.


Kulon Progo Ajak Wisata Pantai hingga Gunung Purba dengan Gerakan Sambanggo

16 Juni 2022

Kulon Progo Ajak Wisata Pantai hingga Gunung Purba dengan Gerakan Sambanggo

Gerakan ini merupakan strategi pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk meningkatkan pariwisata selama pandemi.


Sultan Yogyakarta Usul 1 Maret Jadi Hari Besar, Hari Penegakan Kedaulatan Negara

1 November 2021

Sultan Yogyakarta Usul 1 Maret Jadi Hari Besar, Hari Penegakan Kedaulatan Negara

Sultan Hamengku Buwono X mengusulkan pemerintah pusat menetapkan 1 Maret sebagai hari besar nasional, Hari Penegakan Kedaulatan Negara.


Yogyakarta Akan Gelar Lagi Uji Pemeriksaan Kartu Vaksin Penumpang Bus Wisata

2 Oktober 2021

Yogyakarta Akan Gelar Lagi Uji Pemeriksaan Kartu Vaksin Penumpang Bus Wisata

Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta akan menggelar kembali uji coba pemeriksaan kartu vaksin penumpang bus pariwisata yang masuk DIY.


Kritik Dogma Seni Kontemporer, Zazu Gelar Pameran Tunggal di Orbital Dago

28 Agustus 2021

Kritik Dogma Seni Kontemporer, Zazu Gelar Pameran Tunggal di Orbital Dago

Zahra Zubaidah tidak menyangka, sekolah seni ternama itu terbatas hanya mengandalkan seni kontemporer.


Artjog MMXXI Digelar, Terapkan Konsep Pameran Luring dan Daring

8 Juli 2021

Artjog MMXXI Digelar, Terapkan Konsep Pameran Luring dan Daring

Menparekraf Sandiaga Uno mengapresiasi penyelenggaraan Artjog sebagai ruang yang mempertemukan karya seni para seniman dengan publik secara luas.


Covid-19 Melonjak Usai Lebaran, Raja Yogyakarta Mau PPKM Mikro yang Lebih Mikro

12 Juni 2021

Covid-19 Melonjak Usai Lebaran, Raja Yogyakarta Mau PPKM Mikro yang Lebih Mikro

Ini maksud dari Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X yang ingin menerapkan PPKM Mikro yang lebih mikro lagi.