Alex Komang Berpulang, Tinggalkan Jejak Emas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alex Komang terpilih sebagai Pemeran Pembantu Pria Terpuji dalam film  9 Summers 10 Autumns pada Festival Film Bandung 2013 di Lapangan Gasibu, Bandung, Sabtu (15/6) malam. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Alex Komang terpilih sebagai Pemeran Pembantu Pria Terpuji dalam film 9 Summers 10 Autumns pada Festival Film Bandung 2013 di Lapangan Gasibu, Bandung, Sabtu (15/6) malam. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Dunia seni peran Indonesia dirundung duka. Aktor senior Alex Komang, 53 tahun, meninggal dunia di Semarang pada Jumat malam, 13 Februari 2015, karena menderita kanker hati. "Bang Alex sudah lama menderita sakit itu dan terakhir dirawat di Rumah Sakit Karyadi, Semarang, " kata aktor Lukman Sardi saat dihubungi Tempo, Jumat, 13 Februari 2015.

    Alex Komang sejatinya merupakan nama pena. Nama aslinya Saifin Nuha. Tapi tak disangka, nama itulah yang tenar saat dia malang-melintang di dunia seni peran.

    Pria yang lahir di Jepara, Jawa Tengah, ini mengasah bakatnya di Teater Tetas, dan sempat mementaskan lakon berjudul Jerit Tangis di Malam Buta bersama kelompok teater itu. Dia lalu aktif di Teater Populer, yang mempertemukannya dengan sutradara kawakan Teguh Karya. Kolaborasi mereka menghasilkan karya film Secangkir Kopi Pahit dan Doea Tanda Mata.

    Beberapa judul film populer juga sempat dia bintangi, antara lain Ca Bau Kan (2002), Laskar Pelangi (2008), Darah Garuda (2010), Surat Kecil untuk Tuhan (2011), 9 Summers 10 Autumns (2013), Sebelum Pagi Terulang Kembali (2014), dan Gunung Emas Almayer (2014).

    Konsistensi dan totalitas dalam berkarya di dunia seni peran mengantarkan Alex Komang meraih penghargaan sebagai aktor terbaik dalam Festival Film Indonesia 1987. Dia pun didaulat menjadi Ketua Badan Perfilman Indonesia 2014-2017.

    RAYMUNDUS RIKANG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.