Sumbangsih Terakhir Denny Sakrie  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Denny Sakrie. TEMPO/ Fransiskus

    Denny Sakrie. TEMPO/ Fransiskus

    TEMPO.CO, Jakarta - Kritikus musik Denny Sakrie, 51 tahun, meninggal karena serangan jantung pada Sabtu siang, 3 Januari 2015. Sebelum wafat, Denny dilibatkan Tempo dalam diskusi pemilihan Album Terbaik 2014 yang hasilnya akan terbit di majalah Tempo edisi 5 Januari 2015.

    Di dalam akun Facebook-nya, Denny sempat berkomentar soal pemilihan Album Terbaik 2014 tersebut. “Selamat untuk kelompok musik Semak Belukar dari Palembang dengan album Terlahir & Terasingkan-Antologi Semak Belukar 2009-2013 yang telah terpilih sebgai Album Terbaik 2014 pilihan majalah Tempo,” tulis Denny dalam akun Facebook-nya, 29 Desember 2014. (Baca juga: Pengamat Musik Denny Sakrie Tutup Usia)

    Denny lahir di Ambon, Maluku, pada 14 Juli 1963. Denny memiliki nama asli Hamdhan Syukrie. Sarjana ekonomi jebolan Universitas Hasanuddin itu aktif menulis tentang musik Indonesia sejak duduk di bangku SMP. Sejak 2011 hingga tahun lalu, Denny selalu dilibatkan Tempo dalam diskusi pemilihan album terbaik tahunan.

    Untuk Album Terbaik 2014 versi majalah Tempo, Denny ikut memilih album Terlahir dan Terasingkan: Antologi Semak Belukar 2009-2013 karya grup musik Semakbelukar. Album Terlahir dan Terasingkan dirilis label Elevation Records pada Maret 2014. (Baca juga: Semakbelukar Mengusung Musik dan Lirik Melayu)

    Pendiri Elevation Records, M. Taufiqurrahman, mengatakan Denny merupakan salah satu pendukung berat Semak Belukar. Menurut Taufiq, Denny kerap bicara soal betapa bagusnya Semak Belukar. “Kami anggap itu (Album Terbaik 2014) sumbangan terakhir Denny Sakrie buat kami,” ujar Taufiq, Ahad, 4 Januari 2015. (Baca juga: Denny Sakrie Meninggal, Ridwal Kamil Ucap Duka Cita)

    KODRAT

    Berita lain:
    Penjelasan Jonan Soal Damprat Air Asia
    Air Asia Ditemukan, Pesawat Rusia Dikirim
    Damprat Air Asia, Menteri Jonan Dapat 'Surat Cinta'  

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.