4 Cara Mencegah Pembajakan Desain Grafis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Bandung - Desainer grafis kerap mengeluh karena hasil karyanya yang diunggah ke Internet digunakan, bahkan dijiplak, tanpa sepengetahuannya. "Masih banyak orang yang menganggap remeh hasil karya desainer grafis. Seharusnya kita lebih menghargai kreativitas mereka," kata Staf Ahli Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI) Erik Saropie.

    Dia memberikan tip bagi desainer untuk melindungi hak cipta desain grafis di dunia maya seperti yang dipaparkannya dalam seminar Designer Speaks! di Bandung, Sabtu, 24 April 2014. Dalam kesempatan tersebut, Erik memberikan arahan untuk menghindari plagiarisme digital, khususnya pada desain grafis.

    Pertama, pastikan info grafis dan data forensik desain digital dideskripsikan secara rinci. Desainer grafis perlu memberikan informasi terkait dengan karyanya yang diunggah ke Internet. Selain itu, harus jelas apakah karya tersebut boleh digunakan khalayak umum atau hanya kalangan terbatas.

    "Misalnya, saat kita mengunggah karya ke Facebook, harus dipastikan bahwa foto atau desain yang kita unggah itu merujuk pada link akun pribadi kita," kata Erik.

    Kedua, berikan watermark atau cap air sebagai tanda pada desain grafis. Ukurannya bisa sepenuh halaman atau hanya tanda kecil pada sudut desain. Selain itu, cap air dapat dibuat transparan maupun jelas. Tujuannya agar penjiplak kesulitan menghilangkan tandanya.

    Ketiga, pencipta dapat mengunggah desain grafis dengan resolusi yang lebih rendah dari versi aslinya. Dengan demikian, pihak yang ingin menggunakan desain tersebut harus mencari sumber utama desain itu dan meminta izin pada pembuatnya. (Baca: Bisakah Lukisan Tangan Bertahan di Era Digital?)

    Erik menambahkan, khusus desain grafis yang memiliki nilai ekonomi, semisal merek dagang, lebih baik didaftarkan hak ciptanya pada HKI. "Kalau sudah berpayung hukum, kan, tidak perlu ketakutan kena bajak, soalnya sudah dilindungi hak cipta," ujarnya. (Baca: Tren Desain Buatan Tangan Disukai Dibanding Mesin)

    FATHIMAH SALMA ZAHIRAH

    Topik terhangat:
    Hadi Poernomo | Pelecehan Siswa JIS | Kisruh PPP | Jokowi | Prabowo

    Berita terpopuler lainnya:
    Jakarta, Kota dengan Pertumbuhan Terpesat Sedunia

    Acer Iconia W4, Sabak 8 Inci Windows 8.1

    Keluarga Tersangka Kasus JIS Tolak Otopsi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.