Teater Koma Gelar Pentas Demonstran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Teater Koma ketika melakukan pementasan yang bertema

    Para pemain Teater Koma ketika melakukan pementasan yang bertema " Sampek Engtay" di Gedung Kesenian Jakarta, Selasa (12/03). Kisah cinta klasik dari tanah Tiongkok berjudul Sampek Engtay "Bukan Cinta Biasa yang dicintai Indonesia" tersebut akan digelar 13-23 maret 2013 oleh kelompok Teater Koma, yang telah memproduksi 127 pementasan setelah 36 tahun berkarya di dunia teater. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Teater Koma akan kembali mementaskan karyanya. Menggelar produksinya yang ke-132, kelompok teater yang dipimpin Nano Riantiarno ini bakal mementaskan lakon berjudul Demonstran. Lakon ini menjadi kelanjutan trilogi cerita Kecoa. 

    Pentas ini akan digelar selama dua minggu, 1-15 Maret 2014, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Yang istimewa dari lakon ini, sang sutradara, Nano Riantiarno, menulis naskahnya pada 1989. “Tapi baru dipentaskan setelah 25 tahun kemudian,” ujar Nano dalam siaran persnya hari ini. 

    Menurut Nano hal ini tidak sengaja dilakukan lantaran persiapan produksi dan pemain baru memang baru beres seratus persen untuk dipentaskan tahun ini. Lakon yang berdurasi 180 menit ini menyajikan cerita yang terinspirasi oleh tagline "Sulit Sekali Menjadi Baik di Masyarakat".

    Menurut Nano, sulit bagi masyarakat untuk menentukan mana yang dibela dan mana yang seharusnya disalahkan. Unjuk rasa sering dijadikan alat untuk mencapai tujuan. “Ini yang menjadi latar belakang pementasan kami,” ujarnya.

    Demonstran berkisah tentang seorang aktivis bernama Topan. Dia pernah memimpin demonstrasi 25 tahun lalu dan menumbangkan penguasa. Namun, setelah itu, dia enggan turun ke jalan meski diminta oleh pengikutnya. Topan terus dituntut bergerak pada kondisi yang semakin tak menentu.

    Sederet aktor dan aktris Teater Koma akan tampil, seperti Budi Ros, Ratna Riantiarno, Sari Madjid, Cornelia Agatha, Subarkah Hadisarjana, Rita Matu Mona, Emanuel Handoyo, Daisy Lantang, Alex Fatahilah, Anneke Sihombing, Adri Prasetyo, dan Andhini Putri.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.