Glenn Fredly: Pemerintah Lamban Tangani Sinabung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Glenn Fredly. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Glenn Fredly. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Bencana erupsi Gunung Sinabung yang memakan korban warga di Dataran Tinggi Karo, Sumatera Utara, menggerakkan hati para musikus Indonesia untuk turut membantu dalam konser amal "Singing Toilet". Konser yang digelar di Graha Bhakti Budaya, TIM, Minggu, 2 Februari 2014, ini diniatkan untuk membantu pembangunan sanitasi warga Sinabung.

    "Bagi saya, mengadakan konser ini adalah langkah konkret para musikus untuk membantu korban Sinabung walaupun skalanya tidak terlalu besar," ujar salah satu penyanyi yang terlibat, Glenn Fredly. "Karena saya merasa bahwa penanganan pemerintah terhadap bencana di Sinabung khususnya ini sangat-sangat lamban."

    Menurut dia, ke depannya, pemerintah lebih konsentrasi dan tanggap terhadap permasalahan-permasalahan bencana. "Ya... tahun ini memang tahun politik. Kita harus berpikir bahwa kita tidak akan mau lagi mencari pemimpin yang hanya bisa pencitraan." (Baca: SBY `Disentil` Trio Lestari)

    Glenn juga berharap agar bencana yang menimpa bangsa Indonesia dapat segera teratasi. "Saya selalu ingat kata-kata sahabat saya: 'Lupakan negara teruslah bekerja'. Selagi kita mampu, ya, bantulah sesama, jangan kita terus berharap kepada pemerintah saat ini," kata dia.

    Sejak September 2013 hingga saat ini, Sinabung tak pernah berhenti kontraksi. Puluhan ribu penduduk mengungsi akibat letusan tersebut. Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengumumkan peningkatan status Gunung Sinabung dari level siaga menjadi awas terhitung mulai 11 November 2013 lalu.

    ANINDYA LEGIA PUTRI

    Berita Terpopuler
    Jokowi Datangi Kampung Deret, Seorang Ibu Mengeluh 
    Eksekutor Feby Lorita Tertangkap di Siantar
    Dua Blok Rusun Marunda Terisi Maret Ini
    BMKG : Bogor dan Tangerang Potensi Hujan Deras


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.