OCD Deddy Corbuzier Cocok untuk Obesitas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deddy Corbuzier. TEMPO/Nurdiansah

    Deddy Corbuzier. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Mentalis Deddy Corbuzier mengenalkan diet OCD (Obsessive Corbuzier's Diet) kepada masyarakat. Menurut Ketua Komisi Terapi dan Obat-obatan Indonesia Freddy Wilmana, diet yang dipopulerkan Deddy itu cocok diterapkan oleh orang yang kadar lemaknya di atas 20 persen.

    Proses diet seperti itu, kata Freddy, pertama-tama adalah membakar gula dari makanan yang diasup selama enam-delapan jam. Jika gula sudah habis, tubuh akan beralih membakar lemak. "Tidak perlu khawatir tubuh akan mengambil protein dari otot karena sistematisnya lemak dulu yang dibakar," ujar Freddy, yang mengaku memakai pola diet ini untuk mengontrol lemak tubuhnya, seperti dikutip majalah TEMPO edisi 22 September 2013.

    Adapun spesialis gizi klinik dari Siloam Hospitals, Samuel Oetoro, menyebut diet ala Deddy hanya cocok untuk orang-orang tertentu. "Untuk yang kegemukan atau obesitas, ini memang cocok. Tapi kalau lemak tubuhnya sudah rendah, lalu diet dengan puasa jangka panjang, ini harus hati-hati." (Baca: Kasus Deddy Corbuzier, Waspada Latihan Beban )

    Ia menjelaskan, diet OCD perlu diwaspadai bagi orang yang kemampuan adaptasi tubuhnya lemah. Menurut Samuel, salah satu dampak berpuasa dengan rentang waktu 20-24 jam adalah memicu risiko terjadinya pemecahan lemak secara berlebihan atau ketosis. Kondisi ini bisa menyebabkan pelaku diet pingsan karena terlalu lemas. Selain itu, juga mengakibatkan pelaku kurang berkonsentrasi dalam aktivitasnya.

    RINA ATMASARI | MAJALAH TEMPO

    Terkait:
    FOTO Deddy Corbuzier dalam Rekaman Lensa
    Saraf Menciut, Deddy Corbuzier Optimistis Sembuh
    Deddy Corbuzier Kirim Cuitan Pasca-Isu Lumpuh COD
    Farhat Abbas: Deddy Minder Acaranya Diambil Alih


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.