Musisi Eropa Akan Meriahkan Ngayogjazz 2013  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Erik Truffaz. wikipedia.org

    Erik Truffaz. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Yogyakarta--Musisi negara kawasan Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang akan memeriahkan pentas musik jazz Ngayogjazz 2013 pada Sabtu, 16 November 2013 di Desa Wisata Sidoakur, Kecamatan Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Sekretaris Panitia Ngayogjazz, Aji Wartono, mengatakan musisi lintas negara mengisi ngayogjazz karena berjejaring dengan musisi Indonesia. "Mereka datang karena berjejaring lewat lembaga kebudayaan," kata Aji seusai jumpa pers Ngayogjazz di Legend Cafe, Yogyakarta, 10 November 2013.

    Menurut dia, musisi jazz itu memiliki nama di tingkat internasional. Dia mencontohkan Erik Truffaz. Dia adalah pemain terompet dari aljazair yang punya nama di tingkat internasional. Musisi jazz Eropa mengkolaborasikan musik rok dan etnis.

    Beberapa musisi jazz dari Eropa yang akan mengisi ngayogjazz, yakni Erik Truffaz dari Perancis, dan Brink Man Ship dari Swiss. Selain Eropa, Ngayogjazz juga mendatangkan musisi dari Jepang antara lain Baraka dan D'aqua. Ada juga Jerry Pellegrino dari Amerika Serikat.

    Aji mengatakan ngayogjazz kali ini melibatkan tujuh komunitas jazz. Beberapa di antaranya adalah Jes Udu Purwokerto, Jazz Ngisor Ringin Semarang, dan Gubuk Jazz Pekanbaru. Pentas musik jazz tahun ini bertema Rukun Agawe Ngejazz. Tema ini menggambarkan kerukunan kelompok musik jazz. Ini berarti meski setiap bunyi alat musik berbeda, namun jazz menghasilkan musik orkestra yang harmonis.

    Musik Jazz, kata dia mengajarkan bagaimana individu mengolah kreativitas. Individu menjadi bagian dari sebuah komunitas yang lebih besar. Musik jazz lambat laun berkembang pesat. "Musisi semakin kreatif dan beragam," katanya.

    Ia menyebutkan ngayogjazz terbuka pada musisi nasional dan internasional. Pentas musik ini berusaha mendekatkan jazz dengan kesenian rakyat. "Jazz tidak eksklusif. Tema yang diusung pun soal kondisi sosial," kata dia.

    Tahun ini, Ngayogjazz menyediakan lima panggung permainan musik jazz, pasar jazz. Lima panggung disiapkan untuk musisi jazz dan pentas musik tradisional. Meliputi keroncong, gejog lesung, dan jatilan. Ada juga peluncuran album komunitas jazz Yogyakarta dan festival Foto.

    Ngayogjazz pertama berlangsung pada 2011. Waktu itu, ngayogjazz mengusung tema Nandoer Jazz ing Pakarti. Tema diambil dari plesetan peribahasa Jawa "nandur woh ing pakarti". Ini berarti jazz menanamkan nilai musik jazz dalam keseharian kehidupan bermusik.

    Pada 2012, Ngayogjazz mengambil tema "Dengan Jazz Kita Tingkatkan Swasembada Jazz". Ini mengambil jargon pembangunan. Musisi jazz dari kalangan muda mulai banyak bersemai saat itu. Harapnnya, mereka mandiri dalam mengembangkan kegiatan bermusik. Misalnya kreativitas dan karir musik.

    SHINTA MAHARANI

    Baca juga:
    Joe Taslim Dukung Film Bertema Sejarah

    Di Film Tjoet Nya' Dhien, Slamet jadi Teuku Umar

    Ini Musik dan Lagu Di Film Bertema Sejarah

    Rachmawati Ngotot Inginkan Anjas jadi Soekarno


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.