Sakit Mata, Rhoma Irama Dirawat Dua Pekan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rhoma Irama. DOK/TEMPO/Agung Pambudhy

    Rhoma Irama. DOK/TEMPO/Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Surabaya - Rhoma Irama yang akhir-akhir ini digadang bakal menjadi calon presiden pada Pemilu 2014 batal melakukan safari ke sejumlah daerah di Sumatera. Alasannya, Raja Dangdut itu menderita sakit mata.

    Ketua Soneta Fans Club Indonesia Jawa Timur, Surya Aka Syahnagra, mengatakan, saat ini Rhoma harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mata Jakarta Eye Center Kedoya, Jakarta Barat.

    "Mata kanannya sakit karena tersumbat pembuluh air mata," kata Surya, Selasa, 20 November 2012. Dokter, lanjut dia, menyarankan Rhoma untuk menjalani perawatan dan beristirahat selama dua minggu.

    Padahal, kata Surya, sehari sebelum berangkat ke Lampung, Rhoma mengatakan siap berangkat. "Tapi tiba-tiba dibatalkan hari ini," ujarnya.

    Lantaran sakit itu, Surya menjelaskan, pelantun tembang Begadang ini batal berceramah di sejumlah tempat di Lampung dan Palembang.

    Di Lampung, Rhoma dijadwalkan hadir dalam acara tablig akbar peringatan Tahun Baru Islam di Kampung Tua Surabaya Ilir, Lampung Tengah, Rabu, 21 November 2012.

    Esok harinya, Rhoma akan meneruskan perjalanan ke Palembang, Sumatera Selatan, untuk menghadiri acara serupa.

    Kegiatan yang digagas oleh komunitas Soneta Fans Club Lampung dan Palembang itu sekaligus menjadi sarana sosialisasi rencana pencalonan Rhoma sebagai presiden pada pemilihan umum 2014 mendatang.

    KUKUH S WIBOWO

    Berita terpopuler lainnya:
    Dirut PT Garam Benarkan Ada Anggota DPR Memeras

    Pramuka Masuk Kurikulum Tak Sesuai Hakikat

    Indosat Genjot Layanan Data

    Barakuda Bubarkan Demo Sopir Angkot di Pasar Rebo

    Kasus Century, KPK Belum Teken Surat Penyidik
    Israel Serang Gaza, Rusia Kesal PBB Diam Saja


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.