Gelak Tawa di Konser David Foster  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • David Foster. ANTARA/Teresia May

    David Foster. ANTARA/Teresia May

    TEMPO.CO, Jakarta - Konser "David Foster and Friends Far East Tour 2012" berhasil membawa keceriaan di Mata Elang International Stadium, Jumat malam, 9 November 2012. Tak hanya tawa, kepuasan pun tersungging dari paras 7.000 penonton yang hadir.

    Tepat pukul 20.30 WIB, pria berusia 63 tahun ini membuka konser dengan dentingan piano dari soundtrack film St Elmo's Fire. "Ini keempat kalinya saya datang ke Indonesia," ujar David pada Jumat, 9 November 2012. Jakarta menjadi kota yang rajin disambangi musikus pencipta puluhan hit ini.

    Tercatat sudah sejak 2010, setiap tahun secara berurutan Foster selalu memasukkan Jakarta dalam tur Asianya. Sebenarnya kunjungan Foster pertama kali ke Indonesia pada 1992. Tapi saat itu, ia menggelar konser bersama Twilight Orchestra pimpinan Addie MS.

    Foster pandai menarik perhatian penonton Indonesia. Mulai dari interaksi langsung hingga acara tebak lagu. Ada seorang penonton bernama Pri yang duduk terdepan. Hanya karena terlihat tertidur di awal konser, sepanjang acara ia jadi bulan-bulanan Foster. Tapi, citra seorang Pri justru membuat konser serasa hidup dan penuh tawa.

    Selama pertunjukkn, tercatat pria multi-talenta ini mengajak sejumlah penonton naik ke panggung. Mulai dari bernyanyi, bermain piano, hingga menonton ia bermain musik. "Saya selalu terkejut menemukan begitu banyak bakat selama tur Asia ini, terutama di Indonesia," begitu pujian Foster terhadap penonton.

    Di luar sesi menghibur, teman-teman yang dibawa Foster kali ini memang bersuara emas. Hayley Westenra mengawali konser dengan lagu I Dreamed a Dream dari karya opera terkenal Les Miserables. Penyanyi soprano asal Selandia Baru ini kemudian berduet The Prayer dengan Fernando Verola, seorang penyanyi tenor asal Puerto Riko.

    Untuk membawa kejayaan di era 1980-an, Foster mengajak Paul Young, pelantun lagu Everytime You Go Away. Suara rocker berusia 56 tahun itu masih sempurna dan berhasil mengubah suasana dari ruang opera menjadi panggung rock klasik.

    Foster adalah pria yang gaul, di usia yang sudah lanjut, ia mengikuti tren dunia. Mulai dari fenomena Youtube hingga K-Pop. Kali ini yang ia ajak adalah Dirty Loop, sensasi Youtube dari Stockholm. Tahun lalu, Foster mengajak Charice Pempengco, gadis Filipina yang mencuat namanya dari Youtube juga.

    Dirty Loop memberikan sentuhan lagu-lagu populer dengan cara mereka sendiri. Lagu Adele, Rolling in the Deep jadi musik pop alternatif dengan lirik yang dilantukan secara lebih cepat oleh Jonah sang vokalis utama.

    Dari Indonesia ada Raisa yang mendendangkan lagu I Have Nothing yang dipopulerkan oleh Whitney Houston. "Kamu berhasil membawakan lagu ini dengan versimu sendiri. Saya yakin setahun lagi kamu akan menjadi besar," Foster mengungkapkan pujiannya.

    Dua artis yang menutup konser adalah Kenny "Baby Face" dan Chaka Khan. Kenny yang juga penulis lagu didapuk Foster untuk membuat satu lagu, dengan kata Obama, Pri, dan Raibow. Lagi-lagi, Pri yang menjadi bintang baru dalam pertunjukan kali ini. Tapi, Kenny berhasil mengkolaborasikan tiga kata tersebut menjadi sebuah lagu yang romantis.

    Chaka Khan sengaja ditampilkan sebagai penutup. Perempuan berusia 59 tahun itu membawakan lagu soundtrack St. Elmo Fire dengan ciri khas funk-soul. Ia masih penuh energi dan genit di panggung. Penampilan Chaka menjadi penutup aksi solo teman-teman Foster kali ini. Mereka pun kemudian muncul di panggung secara bersamaan untuk lagu Earth Song. Dua setengah jam penonton puas berkaraoke dan menikmati hiburan ala pencetak hit, David Foster.

    DIANING SARI

    Berita Lain:
    Agus Yudhoyono Soal Istana Negara dan Buckingham
    Justin Bieber Putus dengan Selena Gomez
    Ini Sosok Pejuang Bagi Denny 'Cagur'
    Impian Halle Berry Bawa Anaknya ke Paris Kandas



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.