Tari Sufi Aceh Akan Difilmkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tarian sufi memeriahkan Festival Ramadan di Kairo, (6/09) WIB. Tarian ini awalnya diperkenalkan oleh ulama tasawuf Jalaludin Rumi sebagai ekspresi cintanya terhadap Tuhan. Foto: AP Photo/Amr Nabil

    Tarian sufi memeriahkan Festival Ramadan di Kairo, (6/09) WIB. Tarian ini awalnya diperkenalkan oleh ulama tasawuf Jalaludin Rumi sebagai ekspresi cintanya terhadap Tuhan. Foto: AP Photo/Amr Nabil

     TEMPO.CO, Jakarta - Tak hanya Turki yang mempunyai tarian Sufi yang sudah dikenal luas. Aceh pun rupanya punya tarian Sufi yang bernama Sufi Rabbani Wahid. Komunitas Pecinta Film Dokumenter Aceh akan memfilmkan tarian dari Samalanga ini. 

    “Kami akan memvisualkan kepada masyarakat agar lebih dikenal,” ujar Azhari, sang sutradara film ini, dalam siaran persnya.

    Mereka akan memfilmkan tarian ini dalam durasi 15 menit. Azhari menyebutkan komunitas ini sebelumnya telah melakukan riset untuk pembuatan film ini. Riset dilaksanakan selama dua bulan untuk menggali informasi tentang tarian tradisional ini.

    Azhari menjelaskan film ini juga dihasilkan dari kajian yang mereka lakukan terhadap perjalanan tarian Sufi Aceh. Mulai dari tarian Meugrob, lalu proses transisi tarian Meugrob ke tarian Rabbani Wahid.

    Tarian Sufi ini memiliki lebih dari 30 gerakan denga mengikuti syair dari tarian Meugrob. Gerakan awalnya hanya melakukan Rateb du'ek (duduk) dan Ratep deng (berdiri).

    Pencipta tarian ini, T. Muhammad Daud Gade, 80 tahun, mengatakan tarian Saman pesisir bermakna Tuhan yang satu. Tarian Sufi Aceh juga mengajarkan tentang tauhid, agama, kekompakan melalui gerakan energik. “Hakikatnya sama dengan tarian Meugrob (meloncat) yang dilaksanakan pada hari besar Islam,” ujar Muhammad Daud Gade.

    Dia menjelaskan tarian Muegrob ini merupakan tarian yang muncul ratusan tahun lalu. Biasanya dilaksanakan pada malam hari Raya Idul Fitri, pembagian zakat fitrah, dan dibawakan oleh murid Muhammad Saman. Sayangnya perang ini tidak bisa berkembang karena perubahan politik saat perang saudara antara ulama dan Ulee Balang serta masyarakat pada 1949.

    Tari Rabbani Wahid ini rupanya tak begitu dikenal masyarakat setempat, tapi malah diminati masyarakat Jepang dan Turki.

    DIAN YULIASTUTI

    Terpopuler:
    Baim Trio Memikat di Jakarta Blues Festival 

    Torehan Rudy Atjeh di Kedai Kebun Yogyakarta

    Taken 2: Film Paling Top Dua Pekan Ini

    Memburu Keindahan Yogyakarta Lewat Lomba Foto

    Pesta Musik Blues Digelar di Jakarta Hari Ini  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H