Pentas Teater SIM di Gedung Kesenian Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pementasan Teater SIM

    Pementasan Teater SIM

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Sepanjang Jumat-Sabtu mendatang, Teater SIM (Suara Inspirasi Muda) akan mementaskan drama bertajuk “Ketampol Nada Gang Senggol” di Gedung Kesenian Jakarta. Drama karya sutradara Manahan Hutauruk itu berkisah tentang dinamika mahasiswa perantauan di Jakarta.

     

    Berlatar pertumbuhan musik modern di mana sekelompok pemuda hidup dalam dinamika perkuliahan dan lingkungan kos-kosan. Mereka menjalani hiruk pikuk kehidupan kota metropolitan yang sulit untuk bersahabat dengan kehidupan anak rantau. Jejak kesulitan mengiringi kehidupan mereka yang mengandalkan bantuan dari kota tempat mereka berasal, dari orang tua mereka.

     

    Namun pada masa dukungan tiada diperoleh dan kesetiakawanan bukanlah alat untuk memohon belas kasih, kreatifitas memacu mereka melahirkan sesuatu. Melahirkan sebuah karya baru. Suka duka mereka tergambarkan dalam penyajian yang dikemas dalam bentuk musikal dangdut (baca: Opera Dangdut).

     

    Teater SIM (Suara Inspirasi Muda) didirikan oleh Manahan Hutauruk dan Zaenal Zhen pada 1993. Sejak itu, saban tahunnya Teater SIM selalu memproduksi pentas teater sampai sekarang dan telah meraih penghargaan berbagai festival di Jakarta.

     

     

    KALIM/Pelbagai Sumber

     

     

    Pentas Teater SIM “Ketampol Nada Gang Senggol”

     

    Waktu: Jumat & Sabtu, 28-29 Januari, Pukul 20.00 WIB

    Tempat: Gedung Kesenian Jakarta, Jalan Gedung Kesenian No.1, Jakarta Pusat

    Telp. +62 21 3808283/ 3441892

    Fax. +62 21 3810924

     

     

    SUTRADARA:

    Manahan Hutauruk

     

    PEMAIN:

    Marcello, Diky Soemarno, Deden H Hariri, Ilma Rosmala, Agus Romadhona, Adzie Khresna, Eva Yolanda, Marcello, Elsa, Manahan Hutauruk, Dhiny Nedysari, Yudhi Kurniawan, Erisca Saravati, Ronald Julianto, Miftahul Jannah, Zulkifli Lubis, Grace Meika Minar Tampubolon, Heru Babay, Harun Al Rasyid, Nessia Megawati, Arie Pekar, Indah Mustika Santhi, Eka Bahari, Sindhu Bharata Limin, Gabriella Dhea, Chaery Wirawan, Arsi Ramadhan, Saskia Afri Hardini, Saurin, Septya, Cahrianto, Ristan Alfino, Indah Dwi Lestari, Amelia Yudityas, Indah.

     

    PENATA MUSIK:

    Arie Pekar dan Ferdi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?