Restorasi Kerajaan Majapahit Telan Anggaran Rp 200 miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga, melakukan penggalian di lokasi penemuan candi di areal persawahan di Desa Puri, Kabupaten Mojokerto, Minggu (2/1). Penemuan bangunan yang diperkirakan komplek candi serta tempat tinggal petinggi Kerajaan merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit sekitar abad ke-13, dan penggalian dilakukan masyarakat karena tidak ada respon Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan. FOTO ANTARA/Syaiful Arif

    Sejumlah warga, melakukan penggalian di lokasi penemuan candi di areal persawahan di Desa Puri, Kabupaten Mojokerto, Minggu (2/1). Penemuan bangunan yang diperkirakan komplek candi serta tempat tinggal petinggi Kerajaan merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit sekitar abad ke-13, dan penggalian dilakukan masyarakat karena tidak ada respon Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan. FOTO ANTARA/Syaiful Arif

    TEMPO InteraktifBanyuwangi - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, mengatakan, restorasi tersebut menelan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Timur lebih dari Rp 200 miliar. "Awalnya kita menganggarkan Rp 200 miliar. Namun kita prediksi angkanya terus bertambah hingga 2014," kata Soekarwo usai meresmikan pengoperasian Bandar Udara Blimbingsari, Banyuwangi, pada Rabu lalu.

     

    Gubernur Jatim menjelaskan, restorasi Kerajaan Majapahit berada di lahan seluas 11x11 kilometer dengan bangunan induk berada di lahan seluas 5x5 kilometer. Tahap pertama, kegiatan restorasi telah dimulai tahun ini di atas lahan seluas 2x2 kilometer.

     

    Menurut Soekarwo, Pemerintah Jawa Timur memberikan subsidi sebesar Rp 15 juta kepada setiap kepala keluarga di lingkungan setempat untuk membangun rumahnya dengan model kuno seperti zaman Majapahit. “Tapi kalau mereka menolak, kami tidak masalah,” ujarnya.

     

    Restorasi Kerajaan Majapahit tersebut menjadi salah satu program Pemerintah Jawa Timur untuk mengembangkan wisata budaya. Selain restorasi Majapahit, Pemerintah Jawa Timur juga merenovasi makam Abdurahman Wahid atau Gus Dur di Jombang dan situs Presiden RI pertama, Soekarno, di Blitar.

     

     

    IKA NINGTYAS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.