Falcon Pictures Bikin Tesis Psikiater Nova Riyanti Yusuf Jadi Film

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nova Riyanti Yusuf usai sidang terbuka program doktoral di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok, Jumat, 11 Juli 2019. TEMPO/Mila Novita

    Nova Riyanti Yusuf usai sidang terbuka program doktoral di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok, Jumat, 11 Juli 2019. TEMPO/Mila Novita

    TEMPO.CO, Jakarta - Falcon Pictures membuat sebuah film berdasarkan tesis yang dibuat oleh psikiater Nova Riyanti Yusuf. Perempuan yang biasa disapa Noriyu ini sennag karena ide penelitiannya tentang bunuh diri diangkat ke layar lebar dan dapat diskasikan masyarakat.

    Tesis Nova Riyanti Yusuf berjudul Aspek Biopsikososial Tindakan Bunuh Diri Dua Pelukis di Yogyakarta. Ini merupakan syarat kelulusan pada Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia atau FKUI. Tesis ini juga sudah dibukukan dengan judul Jelajah Jiwa Hapus Stigma: Autopsi Psikologis Bunuh Diri Dua Pelukis yang terbit pada 11 Maret 2020.

    "Penelitian ini menerapkan pendekatan autopsi psikologis saat kedua pelukis sudah wafat," kata Nova Riyanti Yusuf pada Senin, 17 Mei 2021. Noriyu menggali bahan melalui wawancara kualitatif dengan banyak narasumber, melakukan riset etnografis dengan mendatangi studio lukis, galeri, lokasi bunuh diri, warung langganan.

    Termasuk triangulasi data dengan menganalisa lukisan karya dua pelukis dengan bantuan kurator dan psikiater dari University of Melbourne, Dr Eugen Koh. Falcon Pictures kemudian tertarik dengan buku tersebut ingin mengangkat hasil tesis menjadi film dan didistribusikan secara digital melalui layanan streaming.

    Nova Riyanti Yusuf mewanti-wanti agar proses produksi film ini berlangsung dengan sangat hati-hati. Musababnya, film bergenre psikologis dengan tindakan bunuh diri sebagai peristiwa sentral tampaknya belum pernah diproduksi di Indonesia. "Saya berharap film ini mampu mengambil peran besar untuk upaya pencegahan bunuh diri di Indonesia," kata dia.

    Nonva Riyanti Yusuf dan Falcon Pictures telah menyepakati perjanjian kerja untuk pengalihan hak atas bukunya menjadi film digital streaming yang bisa disaksikan di kanal, antara lain KlikFilm, Disney+ Hotstar, dan Netflix. Noriyu yang pernah menjadi anggota DPR ini juga akan terlibat sebagai penulis skenario.

    Sebelumnya Nova Riyanti Yusuf pernah terlibat menulis skenario untuk film layar lebar berjudul Merah Itu Cinta dan mendapatkan tujuh nominasi Piala Citra pada Festival Film Indonesia 2007. Noriyu juga pernah masuk dalam Generasi Sastra Wangi bersama Ayu Utami, Dewi Lestari, Djenar Maesa Ayu, dan Fira Basuki.

    Baca juga:
    Rilis Buku, Nova Riyanti Yusuf Ingin Hapus Stigma Bunuh Diri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.