Butet Kertarajasa, Sibuk Menyiapkan Presiden

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo/Ramdani

    Tempo/Ramdani

    TEMPO Interaktif, Jakarta :Raja Monolog Butet Kertarajasa saat ini tengah sibuk menyiapkan presiden. Tanpa partai atau jalur mana pun.

    Meski demikian, putra almarhum seniman Bagong Kusudiharjo itu, mengaku telah mantap dan yakin calonnya itu bakal berhasil. "Pokoknya sudah madep mantep,"Tapi jangan salah.

    Presiden yang disiapkan Butet ini bukanlah figur tertentu yang telah dikenal masyarakat. Bukan pula tokoh-tokoh yang sering muncul di layar televisi atau wajahnya terpampang di papan baliho dan spanduk. Itu hanyalah tokoh rekaan pria kelahiran Yogyakarta 21 November 1961 .

    "Lha wong ini presiden cuma judul sebuah buku kok," ungkapnya saat dihubungi, Minggu (12/10). Buku itu, katanya, merupakan kumpulan tulisan kolom dari Butet yang dimuat sebuah harian di Yogyakarta.

    Rencananya, buku itu akan diberi Judul 'Presiden Guyonan'. Proses penulisannya sudah rampung. "Peluncurannya nanti tanggal 26 November," jelasnya. Dalam peluncuran yang akan digelar di Taman Ismail Marzuki itu, juga akan diisi pembacaan tulisan kolom Butet oleh aktor senior Slamet Raharjo Djarot.

    Ihwal tema, Butet mengaku tema-tema tulisan kolomnya itu, secara umum lebih menekankan pada kejujuran yang saat ini dinilai sebagai suatu nilai-nilai yang aneh. "Orang jujur justeru dianggap aneh. Kejujuran dianggap sebagai musuh utama yang sangat berbahaya," kata Butet.

    Tema dari tulisan kolom itu pula yang akan dipentaskan dalam sebuah monolog pada tahun 2009 mendatang. Tapi Butet menolak saat ditanya apakah tema pementasan monolog itu seperti halnya 'Sarimin' yang menyentil satu institusi tertentu? "Saya tidak menyindir atau memojokan institusi atau figur tertentu. Karena kekhilafan atau kesalahan itu juga bukan monopoli institusi atau figur tertentu," tuturnya.

    Yang terang, pementasan itu diakui sebagai sebuah proses penyadaran terhadap nilai-nilai yang kini mulai luntur atau bahkan ditinggalkan oleh semua komponen masyarakat. Dan naskah monolog itu, saat ini tengah dalam proses penyelesaian. Tinggal berapa persen lgi sudah rampung. "Pokoknya bagus lah," tambah Butet.

     

    Arif Arianto


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.