Ridwan Kamil Mesra dengan Si Cinta, Netizen Jomlo Merintih

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridwan Kamil mencium mesra istrinya Atalia Praratya

    Ridwan Kamil mencium mesra istrinya Atalia Praratya

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil paling bisa mengambil hati netizen dengan foto-foto dan video kemesraannya dengan sang istri, Atalia Praratya. Foto dan video mesra yang dalam bahasa anak muda, 'uwu' itu menimbulkan baper. 

    Kali ini, Emil, panggilan akrab orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat ini mengunggah fotonya yang dibuat seperti sampul majalah di akun Instagramnya, Ahad, 26 Juli 2020. Foto dia di atas sepeda motor menoleh kepala untuk mencium kepala istrinya yang mendekapnya dari belakang. Sementara tangan kanannya memegang lutut Atalia yang kerap dipanggilnya Si Cinta. Sangat uwu sekali. 

    "Mencari cinta itu susah. Merawat dan menjaga nyala api cinta itu lebih susah lagi. Selamat mencari cinta dan merawat cinta kita masing-masing. Jangan lupa Explore West Java," tulisnya pada keterangan unggahan itu. Ya, foto yang dia unggah tak sekadar pamer keintiman dari cinta yang tetap menyala. Pesan utama yang ingin disampaikan Ridwan adalah agar netizen mengeksplorasi wisata alam Jawa Barat. 

    Foto ini dalam lima jam sudah disukai lebih dari 118 ribu pengguna Instagram. Kebanyakan merasa baper dengan foto yang dihadirkan ayah tiga anak itu. 

    "So sweet @ridwankamil gak bisa social distancing ya sama Teh Cinta," tulis Maggie Calista Alim, pembawa berita Metro TV. Aktor Ganindra Bimo memberikan emotikon sebelas hati di kolom komentarnya. 

    Netizen lainnya mempersoalkan adegan ciuman Ridwan yang berprofesi sebagai arsitek ini lantaran masih jomlo. "Pamali Pak...teu kenging nyosor di tempat umum...hawator anu jomlo kene," tulis @akang_surapul yang lebih kurang berarti, " Pamali Pak mencium di tempat umum, khawatir buat kaum jomlo."  "Tolong Pak Gubernur Jabar yang terhormat @ridwankamil hargai perasaan para tunaasmara," tulis @rcmalau. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.