Sadar Dibenci, Taufik Hidayat: Gimana Caranya Gue Dimatiin

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan pebulutangkis Taufik Hidayat menjawab pertanyaan wartawan seusai diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap Kemenpora di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 1 Agustus 2019. Taufik juga mengaku dikonfirmasi soal pengetahuannya tentang asisten pribadi (aspri) Menpora Imam Nahrawi bernama Miftahul Ulum. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Mantan pebulutangkis Taufik Hidayat menjawab pertanyaan wartawan seusai diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap Kemenpora di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 1 Agustus 2019. Taufik juga mengaku dikonfirmasi soal pengetahuannya tentang asisten pribadi (aspri) Menpora Imam Nahrawi bernama Miftahul Ulum. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat mengakui ia memiliki banyak musuh. Kehadirannya kerap tidak disukai di manapun ia ditempatkan, termasuk setelah gantung raket.

    Ia mengungkapkan keputusannya mundur dari jabatannya sebagai Wakil Kepala Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) periode 2016-2017 saat menjadi bintang tamu podcast milik Deddy Corbuzier yang tayang pada Senin, 11 Mei 2020. 

    "Gue sebelum Asian Games, tahu akan berantakan gue keluar. Di dalam banyak orang yang takut gue di situ makanya gimana caranya gue dimatiin," ujarnya.

    Menurut Taufik, sebagai legenda bulu tangkis yang pernah merajai tunggal putra dunia, ia pun tidak disukai di lingkungan Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). "Di PBSI pun sama takut kalau gue di situ, gimanapun caranya gue dimatiin biar gak gerak," ucapnya. "Gue masuk di olahraga bulu tangkis sendiri lho, gue gak diterima di sana."

    Suami Amy Gumelar inipun mencontohkan bagaimana jika dia masuk di PBSI untuk terlibat dalam kaderisasi olahraga yang mendulang prestasi bagi Indonesia ini. "Gue bilang ya, gua jadiin orang jadi atlet bulu tangkis. Begitu jadi, gue pasti ditendang orang-orang itu," kata dia. 

    Menurut Taufik, pola pembinaan di PBSI amat kusut. "Gue pasti dibenci tapi biarin, gue gak makan dari mereka," ujarnya.

    Ia menuturkan, pangkal masalah dari tidak majunya bulu tangkis di Indonesia karena dikelola oleh orang yang tidak memahami permainan tepok bulu angsa ini. "Di PBSI banyak yang gak tahu tentang badminton."

    Padahal, kata Taufik, Cina dulu mencontoh pola pembinaan bibit-bibit bulu tangkis. "Pelatih Lin Dan itu dnari Indonesia karena gak dijadikan WNI akhirnya mundur." 

    Taufik kini mendirikan sekolah bulu tangkis untuk anak-anak. Dia memiliki gedung olahraga sendiri yang dibiayainya sendiri dan menyediakan delapan lapangan. "Dibilang banyak juga gak, tapi sepi juga ketutup biayanya," ujar menantu Agum Gumelar itu.

    Ayah dua anak ini saat ini tengah terbelit kasus suap yang menyeret mantan Menpora Imam Nahrawi. Taufik menjadi saksi untuk terdakwa Imam Nahrawi yang didakwa menerima suap sebesar Rp 11,5 miliar dan gratifikasi Rp 8,648 miliar dari sejumlah pejabat Kemenpora dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ia mengakui menjadi kurir penerima uang untuk Imam Nahrawi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.