Taufik Hidayat Ungkap Alasan Tidak Jadi Pembawa Obor Asian Games

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Legenda Bulu Tangkis Indonesia, Taufik Hidayat menjawab pertanyaan wartawan di Kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis, 12 September 2019. TEMPO/Irsyan

    Legenda Bulu Tangkis Indonesia, Taufik Hidayat menjawab pertanyaan wartawan di Kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis, 12 September 2019. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat buka-bukaan alasan dia tak diikutkan sebagai pembawa obor pada saat Opening Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 18 Agustus 2018. 

    "Kan yang bawa obor Asian Games itu Susi Susanti kan. Itu gue gak pernah punya jatah sama sekali lho untuk bawa itu, karena gue beda warna," katanya saat menjadi tamu podcast Deddy Corbuzier yang tayang pada Senin, 11 Mei 2020. 

    Ia menuturkan, saat sedang mengurus Asian Games, jabatannya sebagai Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) periode 2016-2017 ia membawa bendera yang berbeda. Seperti diketahui, pada Pemilihan Umum 2019 lalu, Taufik nyaris menjadi calon legislatif dari Partai Demokrat kendati kemudian namanya terpental. 

    "Jadi segitunya olahraga dibawa ke politik, makanya gak akan pernah bisa maju. Padahal, gua dua kali jadi juara Asian Games, tapi gue gak pernah dapat jatah," ucap juara Olimpiade 2004 di Athena, Yunani dan juara dunia 2005 di Anaheim, Amerika Serikat itu. 

    Pada akhirnya, kata Taufik, ia memang mendapatkan kesempatan membawa obor itu. "Tapi di Bandung, lari 100 meter. Ekspektasi gue, ini kan tuan rumah, dan sorry gue boleh sombong, gue juara Asian Games dua kali," kata menantu Agum Gumelar itu.

    Selain soal baju yang berbeda, Taufik mengakui ia juga banyak yang tidak menyukainya karena sikapnya yang tidak gampang kompromi. Sikap inilah, kata Taufik, membuat dia dijebak sehingga tersangkut kasus korupsi yang menyeret Menpora Imam Nahrawi. 

    "Gue disuruh ngantar barang ke Pak Imam. Kirain buat bantuan, mungkin ucapan terima kasih. Gue kan gak tahu. Gue gak berpikir buat sogokan."

    Ia sendiri akhirnya memutuskan keluar dari pemerintahan. "Di dalam banyak orang yang takut gue di situ makanya gimana caranya gue dimatiin. Di PBSI pun sama takut kalau gue di situ, gimanapun caranya gue dimatiin," ujarnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.