Foto Tara Basro di Twitter Dihapus, Kominfo: Kami Apresiasi

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaun transparan dari Fendi itu berlengan panjang berkerah tinggi dengan strap kulit berwarna senada pada bagian pinggang dan bahunya menghadirkan kesan wanita jagoan. Dalam film Gundala, Tara Basro berperan sebagai Wulan yang juga menjadi jagoan bernama Merpati. instagram.com/tarabasro

    Gaun transparan dari Fendi itu berlengan panjang berkerah tinggi dengan strap kulit berwarna senada pada bagian pinggang dan bahunya menghadirkan kesan wanita jagoan. Dalam film Gundala, Tara Basro berperan sebagai Wulan yang juga menjadi jagoan bernama Merpati. instagram.com/tarabasro

    TEMPO.CO, Jakarta - Tara Basro mengunggah fotonya tanpa busana di Twitter dan Instagram. Lewat unggahannya itu, dia mengajak para pengikutnya untuk menghargai tubuh sendiri.

    Namun, foto yang ia unggah di Twitter menjadi kontroversi karena dinilai menyalahi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE Pasal 27 ayat 1.

    Dalam unggahan foto tersebut, Tara memperlihatkan potret tubuhnya tanpa sehelai benang pun dari samping. “Coba percaya sama diri sendiri,” tulis Tara Basro, seperti dikutip dari Twitternya, Rabu 4 Maret 2020.

    Sebagai informasi, pasal 27 ayat 1 berbunyi, "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan."

    Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Ferdinand Setu mengatakan  secara konseptual pihaknya sangat mendukung upaya Tara melawan body shaming dan mengampanyekan self love.Tara Basro. Foto/instagram/tarabasro

    "Dalam foto yang ia unggah di Twitter menurut kami menampilkan ketelanjangan menyalahi pasal 27 ayat 1," ucap Ferdinand, Rabu, 4 Maret 2020.

    Kendati unggahan itu memenuhi unsur pelanggaran UU ITE, foto belum sempat diturunkan (take down) oleh Kominfo. Namun, saat ini foto tersebut tak bisa lagi diakses di Twitter.

    Artinya, foto tersebut bisa jadi di-report oleh warganet atau diturunkan sendiri oleh pemilik akun. "Kami apresiasi langkah Tara untuk take down fotonya sebelum kami hubungi," ucap Ferdinand.

    Secara garis besar, lanjut Ferdinand, pihaknya sangat mendukung pesan positif yang disampaikan Tara Basro di mana media sosial kerap menjadi wadah bullying dan body shaming.

    Dengan pengikutnya yang cukup banyak, Tara Basro bisa membantu menyebarkan pesan positif mengenai self-love. "Tapi, catatan kami tetap sesuai dengan koridor tidak asal unggah, misalkan pakai baju renang di kolam renang, pakai baju olahraga saat di tempat gym dan sejenisnya," kata Ferdinand.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.