Hapus Semua Unggahan, Dedy Susanto Ketakutan?

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dedy Susanto. Instagram

    Dedy Susanto. Instagram

    TEMPO.CO, JakartaDedy Susanto telah menghapus seluruh foto-foto maupun video di akun Instagramnya. Kini unggahannya sudah tidak dilihat kembali oleh pengikutnya yang sudah lebih dari 641 ribu followers.

    Revina VT pun juga menyadari bahwa dengan menghapus seluruh unggahannya, Dedy berupaya menghilangkan jejak karena takut dilaporkan ke pihak berwajib atas semua tindakan merugikan yang sudah dilakukannya kepada para pasiennya.

    "Dedy Susanto mau menghilangkan jejak? Emang dikira kita belum foto segala omong kosong dia? Apakah kamu takut ayam kecil? Apakah kamu takut, cinta?" tulis Revina VT di Instagram Storynya pada Jumat, 21 Februari 2020.

    Sebelumnya Dedy sempat mengunggah pernyataan klarifikasi dan permintaan maaf dari akun yang sempat mengaku sebagai korban pelecehan seksual Dedy. Namun ternyata pemilik akun tersebut membuat pernyataan melalui akun baru bahwa akun lamanya dibajak oleh seseorang yang diduga suruhan Dedy. Hal tersebut juga membuat Dedy merasa difitnah karena disebut telah membajak akun tersebut.

    Revina VT, selebgram. Instagram

    "Aku diam saja disuruh klarifikasi, ketika klarifikasi juga dihujat. Kini tersingkap dua orang yang mengaku bahwa itu DM palsu, aku difitnah ngehack akunnya. Ya Allah aku berlindung padaMu terhadap semua orang yang sudah memilih membenciku sebelum menunggu peradilan," tulis Dedy di Instagram Storynya pada Kamis, 20 Februari 2020.

    Dedy juga mengatakan bahwa isi DM kurang pantas dari dirinya kepada para pasiennya adalah tidak benar. Dedy sempat mengunggah video tutorial cara mengedit layar chat sehingga namanya bisa tercantum dalam foto maupun video yang disebar oleh para korbannya. Menurut dia, pekerjaan itu terbilang mudah. Cukup mengganti kop atas yang berupa foto dan nama sesuai keinginan.

    Revina mulanya mengunggah bukti percakapan antara Dedy dan seseorang yang pernah mengikuti terapinya. Percakapan itu memperlihatkan bahwa Dedy melakukan kejahatan seksual kepada kliennya. Dalam percakapan tersebut Dedy mengajak klien untuk melakukan sesi terapinya di dalam kamar hotel. Hingga kini yang mengaku sebagai korban dari Dedy semakin bertambah banyak dan berani untuk bersaksi.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.