Pengalaman Syamsir Alam Berpetualang di Hutan Kalimantan

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Syamsir Alam di Taman Nasional Sebangau. Instagram

    Pesepak bola Syamsir Alam di Taman Nasional Sebangau. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesepak bola dan selebritas Syamsir Alam pernah berpetualang di hutan gambut Taman Nasional Sebangau. Ia melakukannya pada Januari 2019 dan merasakan indahnya alam di Kalimantan Tengah ini.

    Syamsir memasuki hutan dan merasakan berenang di Sungai Punggualas yang warnanya merah kecokelatan seperti warna minuman cola. "Segar luar biasa airnya dan tidak ada sampah sedikitpun dan gue dapat informasi kalau airnya bisa diminum," ujar Syamsir dalam unggahannya di Instagram.

    Indonesia merupakan negara terbesar yang memiliki wilayah hutan gambut di dunia. Hutan gambut menyimpan cadangan karbon yang begitu tinggi, kalau tidak dijaga dengan baik, akan menimbulkan banyak bencana seperti kebakaran hutan yang kandungan asapnya akan merusak ekosistem alam dan meningkatkan pemanasan global.

    Badan Restorasi Gambut berupaya menjaga hutan gambut Indonesia. Program yang mereka usung, tentunya untuk mengurangi kebakaran hutan dan merestorasi hutan gambut agar dapat berfungsi menyimpan cadangan air. "Lebih dari 50 persen lahan gambut kita rusak," ujar Kepala BRG Nazir foead, Ahad, 17 November 2019.

    Program kerja mereka ialah rewetation (R1), penanaman kembali atau revegetation (R2), dan revitalization (R3). Dalam program ini, BRG mengajak masyarakat untuk terlibat langsung melindungi hutan gambut. Salah satunya dengan memfasilitasi mereka untuk memanfaatkan lahan gambut tanpa merusaknya.

    Salah satu pemanfaatan yang dikembangkan ialah ekowisata di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. BRG memfasilitasi kapal wisata dan rumah panggung yang dapat dijadikan penginapan, kemudian dikelola oleh masyarkat. Ekowisata di TN Sebangau sedang berkembang, di mana masyarakatnya sudah sadar potensi wisata alam yang dapat dimanfaatkan untuk pergerakan ekonomi tanpa merusah hutan gambut.

    Tempo menjajal petualangan serupa yang pernah dicoba oleh Syamsir. Menyusuri sungai hingga masuk ke hutan gambut bersama simpul wisata masyarakat Desa Kewilang, binaan Badan Restorasi Gambut dan TN Sebangau.

    Wisata ini berbeda dengan wisata alam lainnya. Pengalaman yang ditawarkan mulai dari menelusuri hutan, melihat habitat liar orangutan, buaya rawa, hingga berbagai burung dan biota lainnya yang hidup di dalam hutan gambut.

    Untuk mencoba petualangan seperti Syamsir Alam ini, Marketing Simpul Wisata, Raya Sadianur mengatakan harga yang ditawarkan menyesuaikan permintaan calon wisatawan yang ingin datang ke Sebangau. "Untuk harga satu malam biayanya berkisar Rp 2-3 juta untuk dua orang, biaya tersebut sudah termasuk transportasi dan makan di Punggualas," ujar dia.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H