Opera Batak Sisingamangaraja Akan Tampil di Festival di Vietnam

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster Opera Batak Ugamo Malim, Horja Bolon Naparpudi. Dokumentasi Plot

    Poster Opera Batak Ugamo Malim, Horja Bolon Naparpudi. Dokumentasi Plot

    TEMPO.CO, Medan - Pusat Latihan Opera Batak atau PLOt Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara dan Institut Seni Indonesia atau ISI Padangpanjang, Sumatera Barat, akan membawa Opera Batak di luar negeri. Opera Batak yang merupakan sandiwara khas Batak akan tampil di Asia Pasific Bond Theatre Festival Schools, Vietnam pada 28 September 2019.

    Direktur PLOt, Thompson Hs mengatakan ini adalah tahun kedua kerjasama PLOt dengan ISI Padangpanjang. Naskah operasi ditulis oleh Thompson Hs dan dosen yang juga Ketua Jurusan Teater ISI Padangpanjang, Sulaiman Juned. "Sutradaranya Enrico Alamo, dosen ISI Padangpanjang yang menyelesaikan pascasarjana di ISI Padangpanjang beberapa tahun lalu dengan mengangkat disertasi Opera Batak melalui bidang penciptaan," kata Thompson Hs kepada Tempo, Jumat 20 September 2019.

    Tahun 2018 lalu Opera Batak sudah ditampilkan di dua kota di Malaysia dengan judul Sisingamangaraja XII dan Tongtang I Tano Batak. Di tahun 2019 ini adalah tahun kedua dan garapan yang masih terkait dengan Sisingamangaraja dengan naskah berjudul Ugamo Malim, Horja Bolon Naparpudi.

    Naskah opera dengan judul Ugamo Malim, Horja Bolon Naparpudi menurut Thompson menggambarkan situasi pasca tewasnya Raja Sisingamangaraja XII. Kabar tewasnya Sisingangamangaraja XII tersiar ke mana-mana. Anggota keluarga yang sudah tertawan di Sidikalang menerima kabar itu dari Raja Sabidan, anak Sisingamangaraja XII yang lolos dari penembakan berdarah.

    Bersama ibunya Boru Sagala, Sunting Mariam mengingat masa-masa lalu, termasuk permintaan Raja Sisingamangaraja XII untuk melakukan ritual terakhir bersama keluarga dan semua pasukan. "Suapan terakhir dengan lauk ayam masih sempat dilakukan Sunting Mariam kepada ayahanda sebagai tanda perpisahan," kata Thompson.

    Personel Plot berlatih di ISI Padangpanjang, Sumatera Barat, membawakan Opera Batak Ugamo Malim, Horja Bolon Naparpudi tampil di Asia Pasific Bond Theatre Festival Schools. Dokumen Plot.

    Kabar itu juga diterima di tempat-tempat yang sudah takluk dengan kolonial, terutama Ompu Ni Onggung dan Ompu Portahan Batu merasakan dendamnya terbalaskan atas tewasnya Sisingamangaraja XII. Mereka bergunjing tentang peran Guru Somalaing yang membela Sisingamangaraja dengan gagasan Ugamo Malim.

    Ada pengikut Raja Sisingamangaraja XII yang masih tidak percaya dengan berita itu mendapat ancaman dan dipaksa tutup mulut kalau tidak mau membenarkan sang Raja sudah tewas. "Mereka mengganggap Raja Sisingamangaraja XII memiliki kesaktian dan tidak mungkin dapat dibunuh dengan cara apapun sebelum waktunya dipanggil Mulajadi Nabolon, Tuhan Pencipta langit dan bumi," ujar Thompson.

    Semua pengikut Raja Sisingamangaraja XII memang menjadi tercerai-berai. Ada yang bergabung kemudian dan menyesuaikan diri dengan keadaan. Di tempat-tempat rahasia para Parbaringin dan Raja Bius juga yakin kalau Sisingamangaraja XII belum tewas. Mereka merindukan upacara bersama dengan Sisingamangaraja XII.

    "Tersiarlah berita kalau Sisingamangaraja XII melakukan penyamaran dengan berbagai nama baru. Awalnya dikenal dengan nama samaran Sisiak Bagi. Kemudian dengan perjumpaan rahasia dengan Raja Mulia, salah satu murid kesayangan, menjadi saksi cara penyamaran itu dengan nama Patuan Raja Malim," ujar Thompson. Amanah Raja Sisingamangaraja XII lewat Raja Mulia agar Ugamo Malim dipraktikkan sampai diterima kembali suatu saat. Kesenduan musik upacara pun berbunyi kembali melalui irama gondang, menyatukan kesatuan langit dan bumi dalam kesucian diakhir opera.

    Garapan ini akan ditampilkan di Hanoi National Theatre, Vietnam dalam kegiatan Asia Pasific Bond Theatre Festival Schools. Selain Indonesia, sejumlah negara yang turut menampilkan karya seni mereka adalah Thailand, Filipina, Malaysia, Australia, Taiwan, India, dan Vietnam.

    ISI Yogyakarta juga hadir bersama dengan ISI Padangpanjang mewakili Indonesia. "Jadwal tampil Opera Batak pada 28 September 2019 dengan jumlah tim 20-an orang," ujar Thompson. Adapun formasi tim Opera Batak yang akan tampil di Vietnam dengan arahan Rektor ISI Padangpanjang, Novesar Jamarun adalah Enrico Alamo (sutradara), Thompson Hs dan Sulaiman Juned (penulis naskah), Sherli Novalinda (koreografer), I Dewa Nyoman Supenida dan Sriyanto (komposer), Sulaiman Juned, Thompson Hs, Sriyanto, Fajat Eka Putra, Jeni Yuhardi, Junari, Budi Fadjrin, Lovia Tri Yuliani, Eli Susan, Solehah H. Nasution (pelakon).

    Selain itu adal Suci Intan Maulia, Sherli, Uli, Susan, Annisa Khairani, Soleha (tortor dan gerak), IDN Supenida, Sriyanto, Khairul Hatta, Yohanes Manik, Oktavianus Matondang (pemusik) serta Muhammad Rafqi Anshar (viedo art). Tim besar itu, Thompson melanjutkan, akan terus berlatih sampai 24 September 2019 di Kampus ISI Padangpanjang sebelum berangkat menuju Hanoi pada 25 September 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.