Bukan Soal Ukuran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Malam Tahun Baru Cina, Rabu lalu, Jakarta diguyur hujan deras. Dinginnya malam tidak menyurutkan semangat Lia dan Ria menyambangi bioskop. Kedua remaja belia ini akan menonton film XL atau Extra Large (Antara Aku, Kau, dan Mak Erot) yang mulai diputar malam itu secara serentak di seluruh bioskop Jakarta. "Iya nih, bete banget. Udah cape-cape antre dan mendatangi tiga bioskop sejak jam enam sore, tetap nggak kebagian karcis," kata Ria, 17 tahun.Lia, sahabatnya, menimpali, "Kami sudah mendatangi dua bioskop, eh, ternyata penuh semua. Ini bioskop ketiga, akhirnya kebagian juga, tapi nonton yang jam 21.45. Itu pun duduknya di depan," ujarnya berusaha menenangkan diri. "Kami penasaran mau lihat aktingnya mantan VJ (video jockey) MTV, Jamie Aditya. Dari judul filmnya sih lucu, membuat kami ingin tahu apakah ceritanya sejenaka judulnya," papar Ria bersemangat.Pada hari-hari awal pemutarannya, film besutan Monty Tiwa ini dibanjiri penonton. Padahal film ini bukan sesuatu yang istimewa, meski memasang judul sensasional. Film bergenre drama komedi ini menceritakan Deni (Jamie Aditya), pemuda berusia 25 tahun yang lugu dan memiliki kehidupan yang lurus-lurus saja. Sebagai anak tunggal, Deni menurut saja ketika diminta orang tuanya menikahi Vicky (Dewi Sandra), gadis terpelajar, berasal dari keluarga kaya, cantik luar biasa, dan hiperseks.Kondisi ini merupakan tekanan berat bagi Deni. Apalagi ia sama sekali belum berpengalaman di bidang seks alias masih perjaka. Masalah lainnya adalah Deni memiliki ukuran alat vital yang hmm.. minim, sangat minim.Deni mengutarakan kekhawatirannya kepada dua sahabat baiknya, Stefan (Erron Lebang) dan Juno (Alex Abbad). Stefan adalah playboy sejati, sedangkan Juno anak konglomerat yang manja dan gemar berjudi. "Tolongin gue dong, apa yang harus gue lakukan?" katanya memelas dengan harapan mendapat cara mengatasi masalahnya.Stefan menertawai Deni, karena tidak yakin pernikahannya, yang tinggal sebulan, bakal sukses. "Sudah, lo pasrah saja, atau lebih baik kasih Vicky ke gue," tutur Stefan. Juno justru tertantang menjadikan kasus ini sebagai peluang untuk berjudi. Dia mengajak Stefan bertaruh semiliar rupiah. Dalam waktu singkat, Juno yakin bisa mengubah Deni yang lugu menjadi playboy pemuas wanita melebihi Stefan. Keduanya sepakat dan permainan pun dimulai.Dengan dimodali Juno, Deni disarankan berobat ke Mak Erot, seorang dukun legendaris yang diisukan mampu memperpanjang ukuran alat vital dari kecil menjadi besar. Setelah itu, Juno harus mengatasi masalah berikutnya, yakni bagaimana caranya agar Deni bisa punya pengalaman seks dan menyaingi gaya playboy-nya Stefan.Maka, sepulang dari Sukabumi, Deni harus menguji keampuhan perawatan alat vital yang baru dijalaninya. Untuk itu, kedua sahabatnya menyewa seorang pelacur selama sebulan untuk menemani sekaligus menjadi konsultan tentang ukuran alat vitalnya. Intan (Francine Roosenda), seorang pelacur muda yang cantik, pun mereka sewa. Akhirnya, petualangan gila selama sebulan terjadi antara Deni dan Intan. Namun, ternyata keduanya justru tertambat cinta sejati.Film yang dirampungkan Monty hanya dalam waktu singkat sembilan hari ini memang jenaka dan lumayan menghibur. Ini bukan sebuah tontonan dengan humor yang garing. Padahal, secara keseluruhan, akting para pemainnya biasa-biasa saja. Mungkin hanya akting mami--germo pelacur--yang diperankan Inggrid Widjanarko dengan sangat menawan dan Mak Siat, cucu ke delapan Mak Erot, yang diperankan Sarah Sechan dengan gaya melucu dan santai, yang tidak terlalu memalukan. Selebihnya, film ini menjadi sebuah tontonan segar yang tidak lagi membahas perkara ukuran alat vital, tapi penemuan cinta sejati antara Deni dan Intan. l HADRIANI PJudul: XL (Antara Aku, Kau, dan Mak Erot)Genre: Drama KomediSutradara: Monty TiwaProduser: Chand Parwez ServiaProduksi: Starvision Pemain: Jamie Aditya, Francine Roosenda, Alex Abbad, Dewi Sandra, Erron Lebang, Sarah Sechan, Elmayana Sabrenia, Inggrid Widjanarko, Barry Prima, dan Tuti Kirana

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.