Sastra Rancage 2019 Dimenangkan Tiga Penulis

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sastrawan senior Ajip Rosidi menunjukkan surat dari Yayasan SDM-IPTEK dalam keterangan pers di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 9 November 2018. Surat tersebut berisi keterangan bahwa Ajip Rosidi telah mengembalikan uang Rp 205.124.000, hadiah Habibie Award. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Sastrawan senior Ajip Rosidi menunjukkan surat dari Yayasan SDM-IPTEK dalam keterangan pers di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 9 November 2018. Surat tersebut berisi keterangan bahwa Ajip Rosidi telah mengembalikan uang Rp 205.124.000, hadiah Habibie Award. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Bandung - Penghargaan sastra berbahasa daerah kembali bergulir. Hadiah sastra Rancage 2019 dimenangkan tiga penulis buku. Mereka adalah Eris Risnandar, Sunaryata Soemardjo, dan I Ketut Sandiyasa, masing-masing akan mendapat hadiah uang Rp5 juta.

    Buku kumpulan sajak Sérah karya Eris Risnandar ditetapkan sebagai karya terbaik sastra Sunda. Lulusan Sastra Sunda Universitas Padjadjaran yang kini menjadi guru SMAN 9 Cirebon itu dinilai menyajikan sajak yang bukan sekadar irama atau suara melainkan dunia yang hidup oleh suatu kata.

    Pemenang sastra Jawa diraih Sunaryata Soemardjo lewat novel tentang percintaan berjudul Tembang Raras ing Tepis Ratri (Tembang Harmoni di Ujung
    Malam). Cerita novel itu dinilai unik dan pekat dengan perilaku Jawa. Keutuhan karyanya ikut dibangun oleh penataan bahasa Jawa yang baik.

    Sementara untuk sastra Bali pemenangnya I Ketut Sandiyasa lewat kumpulan 15 cerita pendek berjudul Kupu-kupu Kuning Ngindang di Candidasa (Kupu-kupu Kuning terbang Berputar di Candidasa). Pengumuman hasil penilaian oleh dewan juri itu disampaikan Yayasan Kebudayaan Rancage di Bandung, Kamis, 31 Januari 2019.

    Dewan Pembina yayasan itu Ajip Rosidi menyatakan panitia berbahagia karena penghargaan ini mampu membangkitkan kembali gairah menulis dalam bahasa daerah. Penghargaan tahunan itu diberikan sejak 1989.

    Karya sastra yang dinilai itu cetakan baru terbitan 2018, totalnya 110 judul. Panitia menerima kiriman buku sastra itu dengan bahasa daerah seperti Sunda, Jawa, Bali, Madura, Batak, Lampung, Banjar, Cirebon. "Hal ini menunjukkan semangat luar bisa dari para penulis sastra daerah, selain juga ditopang kemajuan teknologi cetak yang memudahkan siapa pun dalam menerbitkan buku," kata Ajip lewat keterangan tertulis.

    Penghargaan lain yaitu Hadiah Samsoedi untuk Ai Rohmawati yang mengarang buku bacaan anak berjudul Pohaci Nawang Wulan.

    Baca: Pemilihan Tokoh Sastra Tempo 2018

    Wakil Ketua Yayasan Kebudayaan Rancage Etti RS mengatakan, waktu penyerahan hadiah belum ditentukan kapan. Sementara untuk lokasi acara penyerahan penghargaan sejauh ini ada tiga. "Perpustakaan Nasional Jakarta, Solo, dan kampus seni di Bandung," kata Etti, Kamis, 31 Januari 2019.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.