Komentari Tarif Vanessa Angel, Kimberly Ryder: Terlalu Murah

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Kimberly Ryder. Tabloidbintang.com

    Kimberly Ryder. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kimberly Ryder sudah mendengar kabar Vanessa Angel diciduk polisi atas dugaan prostitusi online dengan tarif Rp 80 juta sekali kencan. Menurut Kimberly harga tersebut terlalu murah.

    Pemain film Koki Koki Cilik 2 itu mengatakan, tarif Rp 80 juta untuk kencan sampai berhubungan di atas ranjang terlalu rendah. Pasalnya, harga diri wanita harusnya dijunjung tinggi.

    Baca juga: Indonesia Tujuan Wisata Seks Kaum Pedofil

    "Menurut aku kurang (tidak sesuai) ya. Maksudnya lo jual harga diri lo segitu doang kurang sih. Orang-orang yang mau beli itu ya udah kebanyakan duit aja," kata Kimberly Ryder di MNC Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Januari 2018.

    Ayunya Vanessa Angel saat mengenakan kebaya putih dengan sanggul rambut yang apik. Kegemaran wanita 27 tahun ini mengenakan kebaya terlihat dari beberapa unggahan di akun Instagramnya. Ia kerap memamerkan penampilannya saat berkebaya. instagram.com/vanessaangelofficial

    Kimberly Ryder juga tidak menampik kabar negatif soal Vanessa Angel berdampak pada pekerjaanya sebagai artis. Tapi, istri Edward Akbar itu tidak ingin terbawa dan yakin pekerjaanya ada di jalan yang benar.

    Kimberly Ryder menambahkan, selama terjun di dunia hiburan ia tidak pernah mendengar bisnis haram tersebut di sekelilingnya.

    Baca: Foto Bugil Tersebar, Vanessa Angel Curigai Teman Sesama Artis

    “Ya sudah sebagai selebriti orang-orang kenal sama kita, kita lakuin hal yang positif-positif aja lah. Kalau lihat yang negatif punya pendirian saja jangan diikuti," kata Kimberly Ryder.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.