Jadi Ibunda Ahok, Eriska Rein Senang A Man Called Ahok Laris

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eriska Rein. Tabloidbintang.com

    Eriska Rein. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam film A Man Called Ahok, Eriska Rein kebagian peran sebagai Buniarti Ningsih, ibu kandung Basuki Thahaja Purnama alias Ahok. Eriska Rein mengaku senang film yang dibintanginya bisa menyedot lebih dari sejuta penonton di bioskop.

    “Saya senang film mendapatkan apresiasi baik dengan banyaknya masyarakat yang menonton, banyak penonton yang memberikan komentar positif dan bisa ikut larut dalam cerita film, itu bentuk sebuah penghargaan,” tutur Eriska Rein kepada Tabloidbintang.com di Jakarta, belum lama ini.

    Eriska Rein yang menjadi ibu Ahok juga mendapatkan banyak apresiasi penonton karena bisa memerankan sosok Buniarti Ningsih dengan baik. “Saya sudah ketemu langsung dengan ibu Buniarti, sosoknya cantik dan memiliki kepribadian yang luar biasa,”kata Eriska Rein yang saat syuting film A Man Called Ahok mengajak anaknya.Eriska Rein. Tabloidbintang.com

    Film A Man Called Ahok bisa disebut sebagai gebrakan Eriska Rein kembali ke layar lebar. Setelah menikah dan memiliki anak, Eriska Rein memang mengurangi pekerjaan demi fokus mengurus suami dan membesarkan anak. “Saya akhirnya mau ambil film ini karena ini film drama keluarga,” tutur dia.

    Baca: Film Ahok Tembus 1 Juta Penonton, Daniel Mananta: Gusti Ora Sare

    Eriska Rein tidak mau menanggapi kritik terhadap film A Man Called Ahok yang dilontarkan beberapa pihak. Misalnya ada keluarga Ahok yang menyebut terdapat karakter dalam film yang tidak cocok dengan karakter aslinya. “Saya hanya pemain jadi hanya fokus dengan akting dan peran yang saya mainkan, intinya saya puas bekerja sama dengan pemain dan kru film lain,” kata Eriska Rein.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.