Rabu, 21 November 2018

Tak Jujur soal Penjualan Album EXO di Cina, Hanteo Minta Maaf

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • EXO. Soompi

    EXO. Soompi

    TEMPO.CO, Seoul -EXO merupakan satu dari sedikit grup K-Pop yang mampu menjual album sebanyak sejuta keping. Korea, Jepang, dan Cina merupakan pasar terbesar penjualan album EXO. Penjualan yang gemilang lebih setahun silam pun banyak dibicarakan orang dan diulas media.

    Saat media berlomba-lomba mengabarkan kesuksesan itu, rupanya ada pihak yang malah mengabarkan hal berbeda. Tangga lagu Hanteo pernah membuat laporan soal penjualan album EXO di Cina lebih kecil dari yang seharusnya.

    Hanteo, yang juga dikenal sebagai tangga lagu Korea, mengucapkan permintaan maaf pada kesalaham yang mereka buat pada EXO, 14 bulan lalu.

    "Kami sekali lagi meminta maaf karena menyebabkan kekhawatiran penggemar dengan tindakan oknum karyawan. Butuh waktu lama bagi kami untuk menyampaikan pernyataan resmi seperti ini karena kami memiliki visi dan keyakinan kuat dengan cara kami," kata pihak Hanteo melalui siaran pers.EXO boy band asal Korea Selatan. soompi.com

    Hanteo menjelaskan, visi dan tujuan mereka adalah menciptakan platform yang adil yang memenuhi pecinta K-pop dan para seniman. "Kami sama-sama mendukung fandom dari semua negara dan seniman pekerja keras yang mencintai K-PoPerp. Kami juga penggemar berat K-Pop, " tuturnya.

    Sayangnya pengggemar sudah antipati. Mereka mengatakan permintaan maaf atas kejadian yang sudah berlalu 14 bulan lamanya terlihat tidak tulus. Mengingat begitu banyak jenis tangga lagu, rasanya Hanteo harus bekerja keras menghapus imej negatif tersebut.

    Baca: Lay EXO Rayakan Ulang Tahun dengan Bagikan Lagu Baru

    EXO dipastikan akan merilis album baru 2 November mendatang dan juga aktif melakukan promosi di Cina.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.