Bela Kiswinar, Rey Utami Siap Biayai Mario Teguh Tes DNA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mario Teguh dan Kiswinar by TabloidBintang.Com

    Mario Teguh dan Kiswinar by TabloidBintang.Com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus Ario Kiswinar Teguh yang tidak diakui anak oleh motivator beken Mario Teguh membuat presenter dan komika Rey Utami merasa prihatin. Apalagi konflik keluarga itu makin berkepanjangan karena masuk ke ranah hukum, bahkan melibatkan pihak lain, salah satunya Deddy Corbuzier.

    "Saya prihatin dan pastinya terus mendukung Mas Kiswinar, semoga yang benar akan terungkap," ujar Rey Utami saat ditemui di kawasan Daan Mogot, Minggu, 2 Oktober 2016.

    Rey Utami juga mengaku kecewa terhadap Mario Teguh yang selama ini ia idolakan. Menurut dia, tokoh yang dikagumi dan diikuti oleh banyak orang itu sudah tidak bisa mengelak, hal itu juga diucapkan Rey Utami dalam vlog Opini Seksi miliknya.

    Padahal, Rey sempat membayangkan menjadi anak Mario Teguh karena hidupnya dipenuhi motivasi.

    "Dulu ya aku ngefan dan terinspirasi banget dengan Pak Mario karena motivasi beliau yang kena banget, apalagi dengan kata-kata supernya itu," kata Rey Utami.

    Tidak hanya asal bicara, Rey Utami yang mendukung Kiswinar juga bersedia memfasilitasi tes DNA Mario Teguh dan Kiswinar.

    "Saya bikin video ini karena keinginan pribadi tanpa ada orang yang menyuruh saya. Saya mohon melanjutkan ucapan dengan tes DNA, karena saya juga fan-nya Pak Mario. Mas Deddy (Corbuzier) tawarkan biaya tes DNA, saya juga mau menawarkan diri untuk membayar. Atau kalau perlu proses DNA ditayangkan live di stasiun televisi, blocking time-nya saya yang bayar," ujar Rey Utami

    TABLOID BINTANG

    Baca juga:
    Ingat Skandal Papa Minta Saham?  Nama Novanto Dipulihkan: Aneh Sekali!
    Inilah 3 Lokasi Dimas Kanjeng Diduga Rahasiakan Uangnya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.