Kisah Rio Febrian Ngamen di Kereta, Heran Pintu Bisa Ditutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rio Febrian menghibur penumpang diiringi pemain gitar di atas kereta Jabodetabek jurusan Jakarta Kota-Bogor di Jakarta, 15 Juni 2015. Rio membawakan lagu 'Tiada Kata Berpisah' dan 'Memang Harus Berpisah'. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Rio Febrian menghibur penumpang diiringi pemain gitar di atas kereta Jabodetabek jurusan Jakarta Kota-Bogor di Jakarta, 15 Juni 2015. Rio membawakan lagu 'Tiada Kata Berpisah' dan 'Memang Harus Berpisah'. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Sudah lama penyanyi Rio Febrian, 34 tahun, tidak naik kereta listrik untuk perjalanan dalam kota Jakarta. Saking lamanya, dia tidak pernah tahu bahwa suasana kereta listrik Jabodetabek sudah banyak berubah.  

    "Terakhir naik kereta Jabodetabek saat masih duduk di sekolah dasar, dari rumah di Cikini ke tempat saudara di Bogor," ujar Rio, pekan lalu, di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Menurut Rio, kereta listrik yang dikenal dengan nama Commuter Line ini sangat bersih. "Zaman gue kecil, mana ada pintu kereta yang bisa ditutup?" katanya.

    Rio hari itu didaulat ngamen di atas gerbong oleh PT KAI Commuter Jabodetabek untuk mengkampanyekan penggunaan kartu multitrip. Ternyata tak hanya pengalaman berkeretanya terbarui, di atas gerbong itu dia juga malah ketemu teman lama saat kuliah di Universitas Bung Karno. “Sudah 15 tahun kami tidak ketemu,” kata Rio.

    Tentu saja keduanya langsung terlibat obrolan masa lalu. Pria kakak kelas Rio itu adalah seniornya di sebuah organisasi mahasiswa Katolik. Salah satu topik obrolan mereka adalah ketika ikut unjuk rasa pada 2000. "Iya, gue ketahan dua hari di Fakultas Hukum Atma Jaya gara-gara dikejar aparat. Kalau waktu itu ketembak, gak bisa nyanyi lagi gue," katanya.

    MAJALAH TEMPO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.