Video 'Pengkhianat' Milik Anak Mega Ditonton 16 Ribu Kali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prananda Prabowo. TEMPO/Subekti

    Prananda Prabowo. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Video klip band Rodinda yang melibatkan anak dari Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Muhammad Prananda Prabowo, sudah ditonton 16.511 kali. Lagu beraliran rock itu berjudul Pengkhianat.

    Prananda muncul pada detik-detik awal dan menarasikan prolog. "Telah kuserahkan seluruh jiwaku. Untuk menjadi nafas perjuanganmu. Dasar kau pengkhianat."

    Video klip berdurasi 3,37 menit itu diunggah oleh akun berlabel Rodinda Music Indonesia. Sejak muncul di situs berbagi video YouTube pada 8 Juni 2015, video klip itu mengumpulkan 108 likes dan 58 dislikes hingga Sabtu, 13 Juni 2015.

    Selain itu, video klip tersebut juga dikomentari oleh beberapa netizen. Salah satunya, Kekek Apriana D. Harjanti. Ia mempertanyakan maksud yang ingin disampaikan oleh Prananda lewat lagu itu. "Maksudnya apa? Kepada siapa? Melakukan dosa besar apa?" kata Kekek.

    Komentar Aris Gama lain lagi. Ia meminta netizen lain memperhatikan adegan menit ke 1:17. Tanpa menjabarkan petunjuk itu, Aris mengklaim mengetahui maksud lagu tersebut. "Aku tahu siapa yang dimaksud (sebagai pengkhianat). Simak perhatikan menit 1:17. Apa kalian tidak tahu pengkhianat itu adalah..S," ucap Aris.

    Menurut megawati.org, Rodinda merupakan kependekan dari Romantika, Dinamika, dan Dialektika. Megawati.org menyatakan Prananda yang menyukai band asal Inggris Iron Maiden itu menggabungkan kecintaan pada musik dengan ideologi Sukarno. "Rodinda menyanyikan lagu-lagu bertema nasionalisme," demikian tertulis pada situs itu.

    Berikut lirik lagu Pengkhianat:

    Telah kuserahkan seluruh jiwaku
    Untuk menjadi nafas perjuanganmu
    Dasar kau pengkhianat

    Sangkakala pertarungan
    Kau tiupkan dua jago
    Kau pikir karena kuasamu
    Mati langkahku kau buat
    Janjimu tipu muslihat
    Senyummu bulus membius
    Cukup sampai di sini lukaku
    Tapi dendamnya kurawat
    Tapi sisa waktumu kesumatku

    Dasar kau pengkhianat
    Pengkhianat berwajah santun
    Dasar kau pengkhianat
    Lihatlah kau berbuat

    Tempus Abire Tibi Est (Kamu Sudah Saatnya Pergi)
    Tempus Abire Tibi Est (Kamu Sudah Saatnya Pergi)
    Tempus Abire Tibi Est (Kamu Sudah Saatnya Pergi)

    Waktumu sudah habis
    Manusia tak punya malu
    Janjimu tipu muslihat
    Senyummu bulus membius
    Cukup sampai di sini lukaku
    Tapi dendamnya kurawat
    Tapi sisa waktu kesumatmu

    Dasar kau pengkhianat
    Pengkhianat berwajah santun
    Dasar kau pengkhianat
    Lihatlah kau perbuat tebarmu

    Waktumu sudah habis
    Manusia tak punya malu
    Tunggu saatnya kan tiba
    Pasti akanlah kan tiba
    Tiba masa buat perhitungan
    Membalas pengkhianatan

    LINDA HAIRANI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.