Liliyana Natsir: Mama, Aku Sudah Sukses  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Liliyana Natsir (kiri) dan Tontowi Ahmad mengangkat pialanya di atas podium setelah mengalahkan pasangan Zhang Nan dan Zhao Yunlei dari Cina pada Final Ganda Campuran All England di National Indoor Arena, Birmingham, Inggris (9/3). (AP Photo/Rui Vieira)

    Liliyana Natsir (kiri) dan Tontowi Ahmad mengangkat pialanya di atas podium setelah mengalahkan pasangan Zhang Nan dan Zhao Yunlei dari Cina pada Final Ganda Campuran All England di National Indoor Arena, Birmingham, Inggris (9/3). (AP Photo/Rui Vieira)

    TEMPO.CO, Manado - "Mama sekarang selebritas,” kata Jin Chen, mengutip pernyataan putrinya, atlet bulu tangkis Liliyana Natsir. Sebabnya, perempuan kelahiran Kotamobagu, Sulawesi Utara, itu diserbu media massa yang ingin mewawancarainya terkait dengan keberhasilan Lili—sapaan pemain ganda campuran tersebut.

    Tentu, menjadi terkenal tak pernah disangka-sangka ibu 57 tahun ini. Lili menjadi pemain bulu tangkis perempuan pertama yang tiga kali menyandang gelar juara dunia (2005, 2007 bersama Nova Widianto, dan 2013 bersama Tontowi Ahmad) serta All England (2012). (Baca: Target Tontowi/Liliyana Setelah Juara di Prancis)

    Jin Chen ingat benar rasa sedih melepas Lili berlatih di PB Tangkas, Jakarta, 17 tahun. Ketika ditemui di rumahnya, di kawasan Teling Atas, Manado, dua pekan lalu, dia bercerita tentang “perpisahannya” dulu. Yang bisa dia lakukan adalah rutin menelepon. “Sudah makan belum? Jaga kondisi. Jangan makan pedas."

    Atau, ia bertanya lawan siapa? Makan yang lembut-lembut. Itu kalimat yang sering ia sampaikan kepada Lili di sela kesibukannya mengelola bisnis bengkel bersama suaminya, Benno Natsir. Saling bertelepon pun menjadi tradisi. “Cuma, kalau kalah, SMS-nya lama, bisa 1,5 jam,” Jin Chen berkisah sambil tertawa.

    Setelah anaknya sukses, ia mengajarkan Lili agar pandai mengelola uang dan hadiah dari jerih payahnya. Ia mengingatkan Lily untuk berinvestasi: tanah, rumah, atau ruko. Apalagi menjelang berakhirnya masa kontrak Lili pada 2016 dan tidak ada dana pensiun untuk atlet. “Adek (panggilan Lili) pernah ingin membeli mobil sport. Tapi akhirnya batal, karena ia mendengarkan nasihat orang tua,” kata Jin Chen.

    Lalu apa arti ibu bagi Lili? “Mama itu sangat penting. Semuanya, ia bisa jadi teman ngobrol, tukar pikiran. Mungkin karena kita sama-sama perempuan,” kata Lili ketika dihubungi di sela-sela pertandingan di luar negeri. Ia berdoa agar ibunya diberi kesehatan, panjang umur, dan kesehatan. “Tidak usah banyak mikir, sekarang Lili sudah sukses.” (Baca: Tontowi/Liliyana Bertekad Melebihi Rekor Joo Bong)

    Rencananya, tahun depan, Jin Chen pindah ke Jakarta untuk merintis usaha pijat refleksi di salah satu ruko yang dibeli Lili. Mereka akan berkumpul di Jakarta seperti keinginan Lili dan kakaknya, Kalista, yang sudah berprofesi sebagai dokter.

    MARTHA WARTA SILABAN

    Baca Berita Terpopuler
    'Kalau Lapindo Salah, Kamu Pikir Jokowi Mau'
    Muhammadiyah Tak Haramkan Muslim Ucapkan Natal
    Faisal Basri: Premium Lebih Mahal dari Pertamax
    Jokowi Janjikan Eva Bande Bebas di Hari Ibu
    Jokowi Lunasi Utang Ical, Korban Lapindo Girang
    'Jangan Paksa Pegawai Pakai Atribut Natal'
    Gus Sholah: Jangan Melarang Ucapkan Selamat Natal
    Gara-gara Tiang Listrik, Wagub Djarot Ngomel
    Penyair Sitor Situmorang Wafat di Belanda
    Jokowi Gampang Diobok-obok, Ini Sebabnya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.