Atasi Kenaikan BBM, Aline Atur Pemakaian Solar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aline Adita di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (25/4). TEMPO/ Agung Pambudhy

    Aline Adita di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (25/4). TEMPO/ Agung Pambudhy

    TEMPO.CO , Jakarta:Kenaikan BBM yang diumumkan Senin malam, 17 November di Istana Negara oleh Presiden Jokowi menyulut berbagai reaksi. Diantaranya, hari ini ratusan mahasiswa melakukan demo di beberapa daerah. (Baca: Mengapa BBM Hanya Naik Rp 2.000?)

    Namun, model Aline Adita punya cara bijak menyikapi kenaikan BBM. Pada Tempo, Selasa, 18 November 2014, wanita 34 tahun ini mengaku untuk kegiatan sehari-hari dirinya memakai kendaraan yang berbahan solar. "Saya pakai BBM solar, dengan kenaikan ini ke depannya saya akan berhati-hati dan lebih efisien," kata Aline. (Baca: Ditanya Hubungan Asmaranya, Ini Kata Chef Juna)

    Presenter yang sekarang aktif di kegiatan bencana Rumah Pandai ini akan menerapkan pemakaian BBM supaya lebih efisien. "Lebih berhati-hati dan efisien, begini cara saya," ujarnya singkat.

    Seperti keputusan pemerintah yang mengumumkan kenaikan BBM, harga Premium naik Rp 2.000 menjadi Rp 8.500 per liter. Sementara harga solar juga turut naik menjadi Rp 7.500 per liter dari sebelumnya Rp 5.500 per liter. Aline pilih solar karena murah dan tak naik?

    "Bukan, ini lebih pada pilihan dan sikap pribadi. Ingin sih, naik transportasi umum, tapi sejauh ini kan transportasi kita belum begitu memadai," dalihnya pelan. (Baca:  Aline Adita Syuting Iklan Bareng Charlize Theron)

    HADRIANI P

    Terpopuler
    Artis FTV Ditangkap, BNN: Tidak Ada Inisial DR 

    Ira Koesno Jadi Panelis Acara Indonesia Cerdas

    Pasar Seni ITB, Ahad Ini Bandung Bakal Macet 

    Solange Knowles, Adik Beyonce Menikah 

    Pasar Seni ITB Bakal Hasilkan 28 Ton Sampah  



     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.