Lima Besar Finalis Puteri Indonesia 2014  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lima finalis Puteri Indonesia tampil pada malam puncak pemilihan Puteri Indonesia 2014 di Plenary Hall Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, (29/1). Elvira Devinamira (kedua dari kanan) terpilih sebagai Puteri Indonesia 2014. Ia  menyisihkan 38 finalis dari seluruh Indonesia. TEMPO/Nurdiansah

    Lima finalis Puteri Indonesia tampil pada malam puncak pemilihan Puteri Indonesia 2014 di Plenary Hall Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, (29/1). Elvira Devinamira (kedua dari kanan) terpilih sebagai Puteri Indonesia 2014. Ia menyisihkan 38 finalis dari seluruh Indonesia. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Malam pemilihan Puteri Indonesia 2014 di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Rabu, 29 Januari 2014, memasuki tahap penyeleksian lima besar. Mengenakan gaun karya Didiet Maulana, sepuluh finalis Puteri Indonesia yang terpilih memasuki sesi tanya jawab yang akan dinilai oleh sebelas juri yang ahli di bidangnya masing-masing.

    Dari pertanyaan yang disampaikan oleh Choky Sitohang dan Rahma Landy sebagai host acara malam pemilihan Puteri Indonesia 2014, kesepuluh finalis Puteri Indonesia 2014 akan kembali diseleksi menjadi lima besar. Perwakilan daerah yang masuk dalam lima besar Puteri Indonesia 2014 yaitu Jawa Tengah, DKI II, DIY Yogyakarta, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan.

    Kelimanya terpilih karena memberikan jawaban yang baik atas setiap pertanyaan yang diajukan. Pada sela-sela tahapan seleksi dari sepuluh menjadi lima finalis Puteri Indonesia, penyanyi muda berbakat, Afghan, turut serta menyumbangkan suaranya menanyikan lagu Sabar.

    Lima finalis tersebut nantinya akan memperebutkan gelar Puteri Indonesia 2014 yang nantinya akan mewakili Indonesia di ajang internasional Miss Universe 2014.

    ANINDYA LEGIA PUTRI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.