Usai Cedera, Agnes Monica Nekat Manggung Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agnes Monica meninggalkan rumah sakit usai pemulihan cedera punggung yang dialaminya (29/5). ANTARA/Teresia May

    Agnes Monica meninggalkan rumah sakit usai pemulihan cedera punggung yang dialaminya (29/5). ANTARA/Teresia May

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Agnes Monica memutuskan segera kembali ke dunia hiburan begitu keluar dari Rumah Sakit Siloam, Jakarta Barat, Ahad lalu, 29 Mei 2011, akibat menderita cedera punggung.

    Meski belum pulih benar, Agnes pergi ke Manado, Sulawesi Utara, memenuhi undangan menyanyi pada akhir Mei.

    "Kondisinya seperti ini (menunjuk ke diri sendiri). Saya katakan, tidak bisa dance. Tapi, menyanyi dengan duduk," kata Agnes yang masih mengenakan penyangga leher dalam jumpa pers, di Kemang, Jakarta Selatan, Selasa, 31 Mei 2011.

    Menurut pelantun lagu "Matahariku" itu, panitia tidak mempersoalkan kondisinya yang masih serba terbatas. Mereka cuma berharap Agnes bisa datang ke Manado dan menghibur masyarakat di sana. "Mereka mau menerima kondisi aku seperti ini," ujarnya.

    Di Manado pula Agnes berencana mengganti aransemen musiknya menjadi lebih balad. "Kalau di Manado, tidak masalah selama yang bergerak otot pita suara," katanya.

    Apa alasan Agnes segera kembali ke aktivitasnya?. Menurut Agnes, hal itu dia lakukan lantaran saran dokter yang merawatnya. "Otot aku harus terus dirangsang, enggak boleh diam. Kalau diam bakal mempersempit jangkauan otot," ujarnya.

    Agnes mengaku, keluhan di bagian punggung sudah dirasakan bertahun-tahun lalu. Namun, ia menganggap ringan. "Jadi ini akumulasi. Mungkin karena latihan fisik terlalu banyak dan jadwal padat, sehingga stres," katanya.

    Puncak keluhan terjadi menjelang konser band Gigi berlangsung. Agnes yang didaulat jadi salah satu bintang acara terpaksa batal tampil. Tulang punggungnya, ujar Agnes, mendadak berbunyi keras seperti keseleo. "Satu badan aku enggak bisa gerak, sakit luar biasa. Mau duduk atau tiduran enggak bisa. Dari situ aku sadar, ada something wrong," kata Agnes.

    MUSTHOLIH



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.