Terpilih Jadi Puteri Indonesia 2009, Qory Nangis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • qoryTEMPO Interaktif, Jakarta - Mahkota Puteri Indonesia 2009 akhirnya jatuh ke tangan putri Aceh, Qory Sandioriva (18). Ia terpilih menjadi Puteri Indonesia 2009 Jumat (9/10) malam di Teater Tanah Airku (TTA), Taman Mini Indonesi Indah (TMII). Qory menggantikan posisi Zivanna Letisha Siregar Puteri Indonesi 2008.

    Qory mengalahkan 38 finalinis lainnya dari berbagai propinsi di Indonesia. Sebelum akhirnya dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2009 terlebih dahulu Qory masuk ke dalam deretan finalis 10 Puteri Indonesia.

    Finalis yang juga masuk ke dalam deretan 10 besar berasal dari Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DKI Jakarta 4, DKI Jakarta 6, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku Utara dan Papua Barat. Dengan tenang tapi pasti Qory mencoba menjawab pertanyaan yang telah tersedia.

    Di langkah pertamanya Qory mendapatkan pertanyaan mengenai arti bahagia bagi dirinya, dan dengan senyum yang mengembang diwajahnya Qory menjawab arti bahagia bagi dirinya. "Arti bahagia bagi aku adalah disaat kita mensyukuri apa-apa yang telah kita dapatkan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, tanpa mengeluhkan seberapa besar bahagia yang kita dapatkan," kata Qory.

    Ia mampu menjawab dengan lancar dan dengan waktu 12 detik dari 30 detik waktu yang disediakan. Setelah Qory menjawab pertanyaan yang diberikan kemudian dilanjutkan oleh sembilan finalis lainnya yang masuk 10 besar dengan pertanyaan yang berbeda.

    Suasana yang semakin memanas terjadi setelah ke-10 finalis menjawab pertanyaan yang tersedia. Pasalnya para dewan juri yang terdiri sembilan orang ini harus bekerja keras untuk menyaring dari 10 finalis menjadi lima finalis yang akan dikerucutkan menjadi tiga finalis.

    Lima finalis itu adalah Qory Sandioriva dari Nanggoroe Aceh Darussalam, Zukhriatul Hafizah S.SI dari Sumatera Barat, Natalie Hermanto,B.A dari DKI Jakarta 4, Audrie Adriana Sanova dari Banten, dan Isti Ayu Pratiwi dari Maluku Utara. Sementara tiga besarnya adalah Qory dari Aceh, Ayu dari Maluku Barat, dan Fiza dari Sumatera Barat.

    Ketiganya ditanyai pertanyaan yang sama yakni bagaimanakah perasaan mereka jika terpilih dan apakah mereka akan merasa kecewa jika tidak terpilih menjadi Puteri Indonesia 2009.

    Setelah ketiganya menjawab pertanyaan yang sama para penonton pada malam itupun bersorak memberi dukungnya kepada pilihannya. Suasana yang tegang dan memanas tercairkan dengan tampilnya grup band D'massiv dan penyanyi Shanti. Namun Suasana itu kembali memanas dengan dibukakan amplop yang berisi keputusan sembilan juri.

    Terpilihlah runner up 2 yaitu Isti Ayu Pratiwi atau Ayu mewaliki provinsi Maluku Utara. Lalu Zukhriatul Hafizah, S.SI atau Fiza mewakili propinsi Sumatera Barat sebagai runner up pertama. Dengan demikian, Qory dinobatkan menjadi Puteri Indonesia 2009. Qory sendiri tidak menyangka kalau dirinya yang terpilih dan Qorypun menangis bahagia.

    Selain terpilihnya Puteri Indonesia, semalam juga dinobatkan puteri kepulauan 2009 yang masing-masing adalah, Kepulauan Jawa diperoleh finalis dari Banten Audrie Adriana Sanova (Audrie), Sumatera diperoleh finalis dari Bangka Belitung Survia (Via), Bali dan Nusa Tenggara dipeloreh finalis dari Bali Ni Putu Sukmadewi Eka Utami, Kalimantan diperoleh dari finalis Kalimantan Timur Grace Joselini Corlesa, Sulawesi diperoleh finalis dari Sulawesi Utara Anastasia Margaret Runtunuwu, S.Ked dan juga Indonesia Timur diperoleh finalis Maluku Citra Fragrantia Theodorea Mailoa.

    Selain puteri kepulauan juga dinobatkan puteri berbakat yakni jatuh pada puteri dari provinsi Jawa Barat Mayanita, puteri persahabatan dan favorit jatuh ke tangan Virgin yang berasal dari Papua Barat, Puteri Intelegensia 1 dari Jawa Timur Nadia Zahara, S.IP.

    PRIH PRAWESTI FEBRIANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.