Tujuh Perupa Bersilaturahmi dalam Pameran  

Reporter

Editor

Rabu, 25 Mei 2011 17:23 WIB

Repro.
TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Tujuh perupa dari sejumlah kota di Indonesia datang ke Yogyakarta. Mereka menggelar pameran seni rupa bersama dengan tema "Silaturahmi" di galeri Posnya Seni Godod selama 10 hari, 20-30 Mei 2011. "Ini media untuk kumpul-kumpul kembali," kata Mukhlis Sahar, perupa kelahiran Padang tahun 1965, salah satu di antara perupa itu, pada Rabu, 25 Mei 2011.

Selain Mukhlis, perupa yang lain adalah Yakobus Elka dan Dodo "Cak Do" yang menetap di Jakarta, Fachreza Jayadimansyah asal Depok, Yonrizal asal Bogor, Agus Siswanto asal Solo dan Soemaryo Hadi asal Pati.

Satu hal yang mengikat mereka: "Kami adalah teman lama," kata Mukhlis. Pertemanan mereka terhubung tak sekadar dari kesamaan profesi saja, melainkan juga dari kesamaan gagasan bahwa tak perlu ke kota besar, seperti Jakarta, untuk meraih mimpi. "Kami justru memilih di daerah," kata dia.

Meski satu ide dalam urusan perkoncoan, tapi soal karya tentu tak ada batasannya. Semua berbeda, sesuai dengan karakter masing-masing perupa. Mukhlis, misalnya, cenderung realis. Karyanya yang berjudul "Kunci Intervensi" menggambarkan sebuah kursi kosong dengan latar belakang istana yang samar. Di bawah kursi tergeletak sebuah bola.

Gaya lukisan yang terinspirasi dari kemelut di tubuh Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia itu jelas berbeda jauh dengan gaya kubisme yang diusung Agus Sis. Dalam karyanya yang berjudul "Alu dan Lumpang", Agus melukis sosok seseorang yang menumbuk lesung dengan alu.

Gaya Agus itu tak jauh berbeda dengan Dodo. Dalam "Cuci Otak" yang berukuran 60x60 sentimeter, misalnya, obyek lukisan Dodo mirip bagian-bagian tubuh manusia dalam warna merah pekat. Adapun di sisi kanan atas lukisan, pelukis kelahiran Sidoarjo itu menambahkan ornamen kubus berwarna biru.

Beberapa di antara para perupa itu belajar seni lukis secara otodidak, seperti Soemaryo, yang menampilkan lukisan "Gapura Srigala" dan Yonrizal dengan "Pusaran".

Perupa Godod Sutejo menuliskan sebuah catatan sebagai pengantar pameran mereka. Di dalamnya, dia mengatakan bahwa Yogyakarta memang istimewa. Banyak wisatawan asing datang untuk menikmati alam dan kebudayaannya. Dengan posisi itu, maka Yogyakarta adalah pilihan tepat untuk tampil. "Karena Jogja adalah pintu gerbang Indonesia sebagai barometer seni rupa nusantara," tulisnya.

ANANG ZAKARIA

Berita terkait

Mengenal Voice Against Reason, Pameran Seni Rupa Kontemporer dari 24 Perupa

35 hari lalu

Mengenal Voice Against Reason, Pameran Seni Rupa Kontemporer dari 24 Perupa

Pameran seni rupa ini diikuti perupa dari Australia, Bangladesh, India, Jepang, Singapura, Taiwan, Thailand, Vietnam, dan Indonesia.

Baca Selengkapnya

Grey Art Gallery Bandung Gelar Pameran Seni Rupa Islami Karya 75 Seniman

42 hari lalu

Grey Art Gallery Bandung Gelar Pameran Seni Rupa Islami Karya 75 Seniman

Pameran seni rupa Islami ini menampilkan 85 karya 75 seniman yang membawa kesadaran bagaimana memaknai nilai-nilai Islam.

Baca Selengkapnya

Belasan Seniman Gen Z dari 3 Kampus di Bandung Gelar Pameran Seni Rupa Equivocal

16 Oktober 2023

Belasan Seniman Gen Z dari 3 Kampus di Bandung Gelar Pameran Seni Rupa Equivocal

Gen Z menggelar pameran seni rupa yang berisi karya digital art, seni instalasi, gambar atau drawing, lukisan, seni grafis, patung, juga performance

Baca Selengkapnya

Selasar Sunaryo Gelar Pameran Lengan Terkembang Karya Belasan Seniman Difabel

23 September 2023

Selasar Sunaryo Gelar Pameran Lengan Terkembang Karya Belasan Seniman Difabel

Program itu dilatari oleh kenyataan bahwa pameran seni rupa di Indonesia selama ini belum menjadi ruang khalayak yang inklusif.

Baca Selengkapnya

Pameran Seni Rupa Artsiafrica#2 di Bandung Tampilkan 170 Gambar

19 September 2023

Pameran Seni Rupa Artsiafrica#2 di Bandung Tampilkan 170 Gambar

Pameran seni rupa bertajuk Artsiafrica menampilkan sosok warga Asia dan Afrika lewat muka hingga balutan budayanya di negara masing-masing.

Baca Selengkapnya

Kelompok Ambari dari Alumni ITB Gelar Pameran Prismeu di Galeri Orbital Dago Bandung

4 September 2023

Kelompok Ambari dari Alumni ITB Gelar Pameran Prismeu di Galeri Orbital Dago Bandung

Karya yang ditampilkan 9 anggota dari kelompok Ambari dalam pameran Prismeu adalah perwujudan dari benda atau alam sekitar yang nyata di keseharian.

Baca Selengkapnya

Fenomena Alam dan Sosial di Pameran Tunggal Iwan Suastika

20 Agustus 2023

Fenomena Alam dan Sosial di Pameran Tunggal Iwan Suastika

Pameran tunggal Iwan Suastika diharapkan dapat membangun diskusi bersama tentang nilai-nilai kemanusiaan dengan perubahan alam.

Baca Selengkapnya

Lato-lato dan Rumus Fisika di Pameran Seni Rupa Ruang Dini Bandung

19 Juni 2023

Lato-lato dan Rumus Fisika di Pameran Seni Rupa Ruang Dini Bandung

Pameran Seni Rupa yang berlangsung di Galeri Ruang Dini, Bandung itu banyak menggunakan media papan kayu.

Baca Selengkapnya

Galeri NuArt di Bandung Gelar Pameran Mekanisme Pertahanan Manusia

21 Mei 2023

Galeri NuArt di Bandung Gelar Pameran Mekanisme Pertahanan Manusia

Ada cara yang dinyatakan oleh para seniman dalam pameran seni rupa ini, seperti mengenali ulang apa yang terlihat sebagai realitas keseharian.

Baca Selengkapnya

Pameran Bianglala Seribu Imajinasi, Wadah Seniman Penyandang Autisme Unjuk Diri

7 April 2023

Pameran Bianglala Seribu Imajinasi, Wadah Seniman Penyandang Autisme Unjuk Diri

Imajinasi unik dan berbeda yang dimiliki penyandang autisme ini terlihat dari karya mereka yang memiliki makna sudut pandang sendiri.

Baca Selengkapnya