Cerita Butet Kartaredjasa Soal Video Puja-puji Freeport  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa hari terakhir, jagat maya diramaikan oleh beredarnya video budayawan Butet Kartaredjasa yang menyatakan pujian untuk perusahaan tambang, PT Freeport Indonesia. Apakah Butet dibayar?

    "Itu bukan iklan. Saya tidak dibayar," ucapnya, Ahad, 24 Januari 2016.

    Menurut Butet, video itu hanya sebuah testimoni atas apa yang telah dilihatnya di kawasan tambang Freeport dalam kunjungannya pada Desember 2015. "Konteks omongan saya adalah apa yang saya lihat telah dilakukan Freeport untuk revitalisasi atau reboisasi lingkungan," ucapnya.

    Baca juga: Cerita Butet, Soal MKD dan Jokowi 'Ngakak tanpa Ngasorake'

    Butet menyatakan testimoni itu sama sekali tidak bermuatan politis. "Omongan saya itu sudah pasti tidak menggambarkan kondisi seluruhnya yang ada di Timika atau Papua."

    Dalam video berdurasi 45 detik itu, Butet berujar, "Setelah melihat dari atas, dari Grasberg, tambang bawah tanah, dan kemudian di sini, saya melihat bagaimana satu siklus produksi yang sangat concern pada alam dan lingkungan. Ada tanggung jawab untuk mengembalikan apa yang diambil dari alam untuk dikembalikan kepada alam."

    Baca juga: 'Pantun Zaman Batu', Antikorupsi ala Butet Kartaredjasa

    Di akhir video, Butet menyebut operasi Freeport adalah "satu model pertambangan yang memperlihatkan keberadaban manusia".

    Video tersebut pertama kali tayang di channel YouTube PT Freeport Indonesia. Butet pun panen kritik. "Freeport sendiri jadi pakewuh sama saya dan menarik video itu," tutur Butet.

    Baca juga:Butet Sebut Batu Akik di Makam Orang Tuanya Seberat 30 Ton

    Toh, video Butet itu sudah tersebar. Beberapa akun telah memunggah ulang video itu di YouTube. Selain itu, video tersebut banyak dibagikan melalui jejaring sosial dan fasilitas chatting. "Ya, ini pelajaran buat saya agar lebih hati-hati kalau ngomong," tuturnya.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.