Jumat, 22 September 2017

Di Bali, Glenn Fredly Suarakan Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Senin, 11 September 2017 | 17:57 WIB
Kolaborasi Glenn Fredly (tengah) bersama grup musik Kelompok Penerbang Roket di panggung United We Loud, Soundrenaline, di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Bali, 10 September 2017. BRAM SETIAWAN

Kolaborasi Glenn Fredly (tengah) bersama grup musik Kelompok Penerbang Roket di panggung United We Loud, Soundrenaline, di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Bali, 10 September 2017. BRAM SETIAWAN.

TEMPO.CO, Kuta Selatan- Musikus jazz Glenn Fredly menyuarakan penolakan reklamasi Teluk Benoa, Bali. Momen tersebut bertepatan saat dirinya tampil di panggung United We Loud, Soundrenaline di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Bali, Ahad, 10 September 2017.

Saat itu Glenn tampil berkolaborasi dengan grup rock 'n' roll, Kelompok Penerbang Roket. "Mana suara tolak reklamasi?" kata Glenn menyapa seluruh penonton.

Baca: Glenn Fredly Berkolaborasi dengan Kelompok Penerbang Roket

Menurut Glenn Fredly menyuarakan penolakan reklamasi Teluk Benoa adalah ekspresi kepedulian lewat musik. "Ini (penolakan reklamasi) sudah disuarakan dengan teman-teman yang lain, pemikiran kolektif. Musik punya pemikiran penting itu," tuturnya saat jumpa media.

Bagi Glenn, lingkungan di Bali menjadi sebuah identitas. Maka masa depan Indonesia, ujar dia, sangat bergantung dengan lingkungan. "Indonesia punya suara, alam itu penting dijaga," ujarnya. "Bicara kewarasan manusia di situ."


Melalui siaran pers, Soundrenaline 2017 dikunjungi 80 ribu penikmat musik selama dua hari festival musik terbesar di Indonesia itu. Soundrenaline yang ke-15 ini menampilkan 70 musikus Indonesia, 4 musikus luar negeri, serta puluhan pegiat seni visual. Soundrenaline 2017 bertema United We Loud yang membawa semangat keragaman ekspresi dan karya bernuansa persatuan dan kolaborasi.

BRAM SETIAWAN


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.