Jumat, 18 Agustus 2017

Danny Lerman akan Tampil di Jakarta Melayu Festival

Minggu, 13 Agustus 2017 | 05:59 WIB
Niken Astri tampil dalam pagelaran musik Jakarta Melayu Festival di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat malam 22 Agustus 2014. Pagelaran tersebut mengusung tema Melayu Menyatukan Kita. TEMPO/Nurdiansah

Niken Astri tampil dalam pagelaran musik Jakarta Melayu Festival di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat malam 22 Agustus 2014. Pagelaran tersebut mengusung tema Melayu Menyatukan Kita. TEMPO/Nurdiansah.

TEMPO.CO, Jakarta - Pagelaran Jakarta Melayu Festival, akan digelar pada tanggal 19 mendatang. “Jakarta Melayu Festival tahun ini agak berbeda dari tahun lalu, yang hampir semuanya musisi lokal,” kata promotor acara ini, Geisz Chalifah, saat jumpa pers di Jakarta, Jumat, 11/8, petang.

Tahun ini, Danny Lerman, seorang pemain saksifon dari Amerika Serikat, akan tampil di festival yang akan digelar di Ancol Beach City.


 


Festival musik ini memasuki pagelaran ketujuh sejak pertama kali diadakan sekitar 2012 lalu. Selain untuk melestarikan budaya Melayu, juga untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesua yang ke-72.


 



Jakarta Melayu Festival kali ini akan dimeriahkan penampil lintas genre musik, antara lain, adalah Erie Suzan, Shena Malsiana, Kiki Ameera dan Konsentra Sumut.


 


Musisi Melayu seperti Hendri Lamiri (biola), Butong (akordeon), Fahad Munif (gitar oud), Saleem Abdullah (keyboard) juga akan tampil di panggung festival.


 


Dalam konferensi pers itu hadir pula Anies Baswedan dan Ferry Mursyidan Baldan, yang sejak awal memang mendukung festival ini.


 


Menurut Anies, pemilihan kata dalam lagu-lagu Melayu mencerminkan budi pekerti.


  “Dan disampaikan dengan cara yang halus,” kata dia.


 


Tahun ini, selain mengadakan acara, Jakarta Melayu Festival juga merilis sebuah album berjudul Hikayat Cinta Negeri Melayu, berisi sembilan lagu lama yang diaransemen ulang.


 


ANTARA



Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?