Selasa, 22 Agustus 2017

Ketika Jazz Berpadu Suasana Desa di Ubud Jazz Village Festival

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 12:42 WIB
Glen Buschmann Jazz Academy Big Band saat tampil di hari pertama Ubud Village Jazz Festival, Jumat, 11 Agustus 2017. BRAM SETIAWAN

Glen Buschmann Jazz Academy Big Band saat tampil di hari pertama Ubud Village Jazz Festival, Jumat, 11 Agustus 2017. BRAM SETIAWAN.

TEMPO.CO, Ubud - Pianis Steve Barry seolah menyihir ratusan penonton Ubud Village Jazz Festival di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Jumat, 11 Agustus 2017. Para penonton tampak khusyuk menikmati permainan piano musikus asal Australia itu. Setelah pementasan Steve Barry di panggung Giri, dimulai pembukaan resmi acara musik jazz bergengsi di Bali ini.

Baca: Julian Banks Jadi Pembuka Ubud Village Jazz Festival 2017

"Jazz menjadi pemersatu. Bali cocok untuk musik jazz," kata Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Kementerian Pariwisata Raseno Arya seusai pemukulan gong menandai pembukaan Ubud Village Jazz Festival, Jumat, 11 Agustus 2017.

Ia menambahkan kehadiran musikus dari berbagai negara memiliki dampak yang bagus untuk perkembangan jazz di Bali. "Jazz menyerap suasana alam di Ubud," ujar Perwakilan dari keluarga Puri Ubud, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

Menurut dia suasana pedesaan di Ubud mampu memadukan tradisi, budaya, dan modern. "Penghayatan jazz mengajak penonton menikmati pesan kedamaian," tuturnya.


Di hari pertama tampak kunjungan wisatawan mancanegara sangat banyak. "Bulan Agustus ini high season, banyak wisatawan yang datang. Ini festival yang membawa misi idealisme musik jazz," ujar Direktur Ubud Village Jazz Festival Anom Wijaya Darsana.

Menurut dia, di hari pertama Ubud Village Jazz Festival, antusiasme pengunjung berpadu dengan para musikus yang tampil. Adapun musikus jazz yang menyedot perhatian saat pementasan malam, yaitu Glen Buschmann Jazz Academy Big Band. Panitia Ubud Village Jazz Festival Astrid Sulaiman sempat didapuk untuk bermain
piano di atas panggung bersama grup asal Jerman itu.

"Antusias mereka datang sendiri dari Jerman 22 orang mendukung festival ini. Kami hanya mengakomodir," katanya.

Anom menjelaskan tiga panggung Ubud Village Jazz Festival yang disediakan, yaitu Padi, Giri, dan Subak menyesuaikan dengan karakteristik musikus yang tampil. Panggung Padi dan Giri terletak di pusat acara. "Panggung Subak ada kuartet dan trio," tuturnya.

BRAM SETIAWAN


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?