Rabu, 16 Agustus 2017

Kasus Tora Sudiro, Direktur RSKO: Dumolid Tidak Masuk Narkotika  

Kamis, 10 Agustus 2017 | 10:04 WIB
Pesan Mieke Amalia ke Tora Sudiro. Instagram

Pesan Mieke Amalia ke Tora Sudiro. Instagram.

TEMPO.COJakarta - Dokter Erie Dharma Irawan, Direktur Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, menyatakan pil Dumolid yang dikonsumsi Tora Sudiro dan istri, Mieke Amalia, tidak masuk kategori narkotika.

Tora dan Mieke ditangkap polisi bagian narkoba di kediamannya beberapa waktu lalu dengan tuduhan memiliki puluhan pil Dumolid. Tora kini berada di RSKO Cibubur untuk menjalani rehabilitasi, sedangkan Mieke dibebaskan.

"Dumolid itu sebenarnya obat dari psikiatri. Dia tidak dalam narkotika," kata Erie saat ditemui di kantornya, Selasa, 8 Agustus 2017.

Meski begitu, Dumolid memiliki efek negatif karena membuat penggunanya kecanduan. Karena itu, penggunaan Dumolid harus berdasarkan resep dokter.

"Dia obat psikotropika karena ada efek adiksinya. Jadi ada efek yang menguntungkan kan untuk anti-cemas, supaya insomnia-nya hilang. Tapi ada efek buruknya, adiksi. Karena itu, dia harus di bawah kontrol dokter," kata Erie.

Tora Sudiro kini sudah kecanduan Dumolid. Pihak RSKO siap memberikan treatment khusus guna menghilangkan rasa candunya. "Apa pun adiksi, diobatin di sini," ucap Erie.

TABLOIDBINTANG.COM

 


Grafis

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Sejak diumumkan pada Oktober tahun lalu, lebih dari 280 ribu orang mendaftar menjadi warga negara luar angkasa Asgardia. Proyek mimpi yang sarat kontroversi. Meski masih berupa konsep, Asgardia kini tengah menghimpun 100 ribu pendukung konstitusinya untuk mendaftarkan status negara itu ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.