Jumat, 18 Agustus 2017

Di Dieng, Katon Bagaskara Blak-blakan Soal Lagu Negeri Di Awan

Minggu, 06 Agustus 2017 | 07:59 WIB
Vokalis Kla Project Katon Bagaskara. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Vokalis Kla Project Katon Bagaskara. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo.

TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi kawakan Katon Bagaskara membuka rahasia di balik lagunya yang berjudul Negeri di Awan. Dia mengatakan bahwa lagu tersebut merujuk ke kawasan Gunung Dieng di dataran tinggi Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Saya untuk pertama kali datang lagi ke Dieng setelah terakhir ke sini di usia 12 tahun. Dieng menjadi inspirasi," ujarnya di sela-sela pertunjukan musik akustik Dieng Culture Festival (DCF) 2017 di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Sabtu malam, 5/8.

Dia bercerita kepada penonton bahwa lagu Negeri di Awan yang diciptakannya sangat cocok dengan konteks DCF 2017 karena memiliki keterikatan dengan Dataran Tinggi Dieng.Saat berkabut tebal, ia mengemukakan bahwa salah satu dataran tinggi termasyur di Jawa Tengah itu laksana desa yang ada di atas awan.

Katon mengatakan lagu itu diciptakan bersama sang kakak, Andre Manika, yang tinggal di Wonosobo, Jawa Tengah.

Kawasan timur (wetan) Dieng termasuk wilayah Kabupaten Wonosobo. Katon yang lahir di Magelang pada 14 Juni 1966 menyatakan dia bersama kakaknya memiliki ikatan ingatan terhadap dataran tinggi tersebut.


Malam itu Katon lalu melantunkan Negeri di Awan scara akustik. itu merupakan lagu kedua setelah diawali dengan Terpuruk Ku di Sini.

Katon tak lupa membawa penonton larut dalam romantika cinta anak muda saat menyanyikan lagu ketiga, Tak Bisa ke Lain Hati.

Anggota grup KLa Project itu melanjutkan menyanyikan lagu legendarisnya, Yogyakarta. Kecintaannya pada Kota Pelajar itu mampu ditularkannya kepada penonton yang turut bernyanyi bersama.

Tidak ingin menghilangkan uforia penonton, dia kembali mengajak hadirin mencair dalam kisah cinta lewat lagu Dinda.

ANTARA


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?