Perjalanan Musikal Chris Cornell Bersama Tiga Band

Jum'at, 19 Mei 2017 | 09:32 WIB
Perjalanan Musikal Chris Cornell Bersama Tiga Band
Chris Cornell berbicara kepada media saat ia tiba di penghormatan MusiCares Person of the Year di Los Angeles, 2009. Ia wafat secara mendadak dan tak terduga, di usia 52 tahun. AP/Chris Pizzello

TEMPO.CO, Jakarta - Kematian vokalis band Audioslave dan Soundgarden, Chris Cornell, yang mendadak masih menjadi perhatian banyak kalangan. Dia meninggal usai sukses menggoyang ribuan penonton yang memadati konsernya di Fox Theater Detroit, Amerika Serikat, Rabu, 18/5, waktu setempat.



Baca: Chris Cornell Meninggal Dunia Secara Mendadak



Perwakilan keluarga Chris Cornell, Brian Bumbery mengatakan mereka menyerahkan kasus kematian Cornell kepada rumah sakit untuk mengkaji lebih lanjut mengenai penyebab kematiannya.

Chris Cornell lahir 52 tahun silam di Seattle. Ia mendirikan Soungarden pada usia 20 tahun dibawah label Sub Pop. Selain dirinya yang berada di posisi vocal dan bermain gitar, Soundgarden juga digawangi Kim Thayil (gitar), serta Hiro Yamamoto pada bass. Lalu Yamamoto digantikan Ben Shepherd pada tahun 1990.Band Soundgarden.



Grup ini berhasil menelurkan lagu pertama di tahun 1987 dengan judul Hunted Down. Satu tahun berselang, album pertama Soundgarden bertajuk Ultramega OK muncul dipasaran.

Tahun 1991 Soundgarden kembali menelurkan album berjudul Badmotorfinger. Tiga dari album yang ditelurkan oleh Soundgarden, termasuk album yang berjudul Superunknown (1994) berhasil menyabet penghargaan platinum.

Black Hole Sun, Fell on Black Days, Spoonman serta My Wave menjadi lagu paling banyak didengar dalam album Superunknown (1994). Soundgarden sempat membubarkan diri di tahun 1997, namun kembali bergabung dan beraksi pada 2010.

Rabu malam kemarin, Soundgarden berhasil mengguncang ribuan penonton di Fox Theater, Detroit, Amerika Serikat. Soundgarden rencananya akan tampil di Rock on the Rage Festival, Columbus, Ohio, Amerika Serikat pada Jumat mendatang.

Seperti yang dilansir dalam majalah Roling Stone pada 1994 silam, Cornell mengaku dirinya berjuang keras untuk lepas dari obat-obatan terlarang. Cornell mengaku sudah menjadi pecandu sejak umur 13 tahun, dan mencoba berhenti saat memasuki usia 14 tahun.

Setelah Soundgarden bubar pada tahun 1997, Cornell kembali menjadi pecandu. Dalam sebuah wawancara dengan The Guardian 2009 lalu, Cornell mengaku kerap menggunakan OxyContin – obat yang berfungsi untuk meredakan sakit parah dan termasuk dalam kelas obat analgesik narkotika. Namun dirinya sempat mengatakan ingin mengikuti proses rehabilitasi.Chris Cornell bersama isterinya, Vicky Cornell, dan anak perempuan mereka Toni Cornell, 2012.

Selama dan setelah Soundgarden bubar, Cornell menelurkan lima album solo. Mulai dari album berjudul Euphoria Morning di tahun 1999.



Pada 2001 lalu, setelah vokalis Rage Against the Machine, Zack de la Rocha mengundurkan diri, Cornell dan sisa anggota band itu membentuk band baru bernama Audioslave. Sebelum akhirnya bubar di tahun 2007, Audioslave sempat menelurkan tiga album.



Pada November 2016, untuk pertama kalinya Cornell tampil bersama band Temple of the Dog yang notabene berisi anggota Soundgarden dan Pearl Jam. Temple of the Dog dibentuk seperempat abad lalu guna mengenang Andrew Wood, vokalis band asal Seattle, Amerika Serikat, Malfunkshun dan Mother Love Bone yang meninggal Maret 1999 karena overdosis heroin. Chris Cornell (AP/ Nam Y. Huh)

Seperti yang dilansir dalam New York Times, Cornell mengatakan dirinya memutuskan untuk membuat Temple of the Dog untuk mengenang rekan sesama vokalis asal Seattle, Amerika Serikat.



“Dengan cara tersebut, aku dapat mengingatkan banyak orang termasuk diriku sendiri sebagai pecandu untuk terus memperbaiki diri sekaligus menyimpan banyak kenangan indah bersama dirinya,” kata Chris Cornell.

NEW YORK TIMES | ESKANISA RAMADIANI

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan