J-Lo Tampil 'Panas' di Negeri Islam, Menteri Didesak Mundur  

Rabu, 03 Juni 2015 | 17:02 WIB
J-Lo Tampil 'Panas' di Negeri Islam, Menteri Didesak Mundur  
Jennifer Lopez bersama para penari latar menggoyang penonton di Festival Maroko Mawazine di Rabat, Maroko, 29 Mei 2015. AP/Abdeljalil Bounhar

TEMPO.CO, Rabat - Penampilan "panas" penyanyi Jennifer Lopez ternyata tidak hanya berhenti di panggung di Rabat, ibu kota Maroko. Tapi juga bergulir sampai ke parlemen. Seperti dikutip Tempo.co dari BBC sejumlah anggota parlemen Maroko menuntut Menteri Komunikasi mundur menyusul pentas bintang pop Amerika Serikat, Jennifer Lopez, di ibu kota Rabat.

Para anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan, PJD, yang memerintah-dan beraliran Islam konservatif-marah dengan penampilan bintang tersebut pada Jumat, 29 Mei 2015, pekan lalu.

Kemarahan disebabkan karena Jennifer Lopez yang kerap disebut J-Lo mengenakan pakaian 'terbuka' dengan 'tarian tidak senonoh' yang dianggap melanggar martabat umum.

Dan Menteri Komunikasi Mustapha Khalfi menjadi sasaran kemarahan karena pentas itu disiarkan oleh sebuah saluran televisi umum.

Galeri Foto: Jennifer Lopez Tampil di Maroko dengan Busana Minim

Namun Khalfi-seperti dilaporkan sejumlah koran Maroko-menolak untuk mundur.

Sejumlah media Maroko mengkritik penampilan J-Lo. Pentas J-Lo dalam sebuah festival musik di Rabat itu disaksikan sekitar 160 ribu orang dan disiarkan oleh stasiun televisi 2M dan hanya ditunda dengan selisih waktu singkat. Sejumlah media lokal mengkritik penampilan J-Lo.

Para anggota parlemen menuntut komite pendidikan, budaya, dan komunikasi menggelar sidang untuk membahas kenapa pentas itu sampai disiarkan televisi umum.

Menteri Khalfi sendiri sudah berencana untuk menghubungi pihak tv 2M terkait dengan masalah siaran tersebut.

Selain J-Lo, bintang lain yang juga tampil dalam Mawazine World Rhythms International Music Festival tersebut adalah Pharrell Williams, Usher, Placebo, dan Maroon 5.

BBC

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan