J-Lo Bantah Punya Hubungan Khusus dengan Pitbull  

Minggu, 22 Juni 2014 | 06:09 WIB
J-Lo Bantah Punya Hubungan Khusus dengan Pitbull  
Penyanyi Brazil Claudia Leitte (kiri), penyanyi Amerika Jennifer Lopez dan penyanyi rap Pitbulltampil dalam upacara pembukaan piala dunia di Brazil, 13 Juni2014. AP/Thanassis Stavrakis.

TEMPO.CO, Los Angeles - Jennifer Lopez membantah kabar yang menyebutkan dirinya punya hubungan khusus dengan rapper Pitbull. J-Lo mengklaim Pitbull sudah seperti keluarga sendiri.

"Pitbull seperti saudara laki-laki saya," kata J-Lo. (Baca: JLo dan Pitbull Nyanyikan Lagu Resmi Piala Dunia)

Dilansir Femalefirst, Sabtu, 21 Juni 2014, keduanya dikabarkan dekat setelah tampil pada pembukaan Piala Dunia 2014. Mereka terlihat sangat akrab dan sering bersama. Rumor semakin kencang karena J-Lo kembali jomblo setelah berpisah dengan kekasihnya, Casper Smart.

Namun J-Lo tetap berkeras, "Pitbull adalah pria yang punya setumpuk kesibukan. Dia tidak akan punya waktu untuk saya." (Baca: Tiga Kali Konser, Tiket Nonton Pitbull Ludes)

Selain membahas Pitbull, penyanyi 45 tahun ini juga membahas mantan suaminya, Marc Anthony. J-Lo menyatakan dirinya masih terkesan pada Marc.

"Dia sangat berarti bagiku. Dia tipe pria yang akan membuat Anda tertawa sampai buang air kecil. Dia punya kepribadian yang hebat. Dia juga seksi," J-Lo mengungkapkan.

Itulah yang membuat J-Lo dan Marc masih berhubungan baik meski telah tujuh tahun berpisah. "Marc dan aku sama-sama saling mencintai. Kami akan saling mendukung dan menjadi sahabat sampai kapan pun." (Baca: Jennifer Lopez Putus karena Saran Mantan Suami)

RINA ATMASARI | FEMALEFIRST

Terpopuler:

Intuisi Indigo Ungkap Kelemahan Prabowo. Apa itu? 

Usai Diberedel, Keluarga Prabowo Ingin Beli Tempo 

Goenawan Mohamad: Kita Takut Orde Baru Lahir Lagi

Ulang Tahun, Jokowi Kebanjiran Ucapan di Twitter

Kata Carrefour, Lebih Mudah Unilever Ketimbang UKM














 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan