Kisah Asmara J.Lo Terancam Bubar  

Kamis, 17 Oktober 2013 | 07:32 WIB
Kisah Asmara J.Lo Terancam Bubar   
Jennifer Lopez left bersama pasangannya Casper Smart menghadiri acara penerimaan penghargaan Grammy Award 2013 di Los Angeles, (10/2). (Photo by Jordan Strauss/Invision/AP)

TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan penyanyi Jennifer Lopez dan Casper Smart dikabarkan sedang menghadapi masalah. Hubungan keduanya bahkan terancam bubar. "Sesuatu berjalan tidak baik saat ini. Mereka bertengkar dan kelihatan jelas bagi orang-orang di sekeliling mereka kalau ada ketegangan di antara mereka," ujar seorang sumber dekat pasangan ini seperti dilansir E! News, baru-baru ini.

Menurut sumber tersebut, J.Lo merasa tidak yakin hubungan mereka akan berlangsung lama. "Hubungan mereka itu panas dingin, tapi lebih banyak dinginnya sekarang."

Juru bicara J.Lo sendiri memilih tidak mau berkomentar mengenai kabar ini. Dia menampik ada masalah di antara keduanya. Lopez mulai berkencan dengan Smart setelah perceraiannya dengan suami ketiganya, Marc Anthony, Juli 2011 lalu. Saat itu, menurut kawan dekat Lopez, Smart bersikap sangat perhatian kepadanya. Pelantun tembang On The Floor ini kehilangan kepercayaan diri dan Smart adalah obat terbaik baginya. “Smart mengembalikan kepercayaan dirinya dan membuatnya merasa spesial," ujar si sumber.

Berbagai laporan menyebutkan hubungan pasangan bisa bertahan selama ini karena anak kembar Lopez, Max dan Emme, sangat mengagumi Smart. Smart sendiri adalah penari latar Lopez. "Smart sendiri bukan cinta yang utama dalam hidup J.Lo, mereka tahu itu. Jika hubungan ini sampai lama, akan mengejutkan bagi semua orang," ujarnya.

Lopez, yang saat ini kembali menjadi juri American Idol ,memang jarang terlihat berfoto bersama dengan kekasihnya itu dalam tiga minggu terakhir. Mereka terlihat bersama di hadapan publik pada 21 September 2013. "Aku dan kekasihku punya kencan malam ini di luar kota, @JLo," kicau Smart di akun Twitternya kala itu.

EONLINE|DEWI RETNO

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan